Satu Jam Berbincang Bersama Jusuf Kalla di Vatikan

Tidak pernah terbayang kalau hari ini saya bertemu Pak JK di Vatikan dan menghabiskan satu jam bersama beliau.

Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Berbincang dengan Jusuf Kalla di Vatikan. 

Tadi saya juga sudah ukur suhu sebelum bertemu dengan Paus. Tapi ini kan aturan di sini.

Saya merasa legah dan berkata dalam hati: Pak JK ini luarbiasa. Sangat sadar dan patuh aturan. Beliau memberikan contoh yang baik.

Sebenarnya ukur suhu tubuh juga tidak repot-repot. Jalan tiga meter ke titik telapak kaki. Berdiri menghadap kamera dua detik. Lalu kata pengukur "Beres," ujarnya. 

Kami bergerak menuju Taman Borobudur di area Etnologi di lantai bawah Museum Vatikan. Ketika ada jedah sedikit, saya bertanya karena ingin tahu. Pak, bagaimana kesan pertemuan dengan Paus tadi? Spontan beliau menjawab.

"Bagus dan berkesan sekali.

Pikiran-pikiran Paus sangat jelas dan menarik. Saya tidak ingin bertanya lebih lanjut. Apalagi jalan berkelok-kelok dan bertangga banyak.

Jawaban itu saja sudah sangat menarik," ujarnya

Di gerbang area Etnologi kami diterima oleh Padre Mapelli yang bertanggungjawab atas departemen Etnologi.

Beliau pernah dua kali ke Indonesia untuk mengurus Taman Borobudur ini. Pak JK merasa senang melihat Stupa Borobudur dan Patung Buddda berukuran besar berdiri di ruang khusus beratap kaca.

Di replika Borobudur yang dihadiahkan ke Vatikan sekitar sepuluh tahun lalu kami berdiri sejenak.

Pak JK berkomentar "  Menarik. Di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, referensi budaya dan turisme adalah Borobudur, milik agama Buddha.

Di India yang mayoritas penduduknya memeluk agama Hindu, referensi budaya dan turismenya adalah Masjid Raya Taj Mahal. Kami senyum dan mengangguk sepakat," ujarnya

Museum Vatikan adalah salah satu Museum ternama dan terbesar di dunia. Sebenarnya nama asli bahasa Italia “Musei Vaticani”.

Dalam bentuk jamak. Artinya di dalam Musum itu ada banyak Museum dengan berbagai obyek bersejarah sepanjang duaribuan tahun. Sebelum masa covid-19, jumlah pengunjung bisa sampai enam juta per-tahun.

Jadi Borobudur sudah menjadi obyek kekaguman banyak orang.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved