Laboratorium Kehabisan Kit Reagen, Dinas Kesehatan Sintang Setop Swab PCR Covid-19

Tetapi di seluruh kabupaten, bahkan di seluruh Indonesia. Jadi di Jakarta juga terjadi kekosongan reagen

Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ Agus Pujianto
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang menghentikan sementara pemeriksaan swab Polymerase Chain Reaction (PCR). Penyebabnya, Dinas Kesehatan kehabisan kit reagen ekstraksi Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Penghentian sementara dilakukan hingga Diskes Sintang mendapatkan pasokan kit reagen dari Jakarta.

"Kembali terjadi kekosongan reagen. Hari ini kita off dulu (memeriksa sampel swab) sampai reagen datang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh kepada Tribun, Rabu 21 Oktober 2020.

Reagen adalah ekstraksi yang digunakan dalam pengecekan spesimen. Reagen berisi sejumlah senyawa kimia untuk mendeteksi SARS-CoV-2, virus penyebab penyakit Covid-19.

Menurut Sinto, kekosongan reagen bukan hanya di Sintang, tapi juga terjadi di pelbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Lagi, Satgas Covid-19 Sintang Tindak 157 Pengguna Jalan Langgar Protokol Kesehatan

"Kekosongan reagen ini bukan hanya terjadi di Sintang. Tetapi di seluruh kabupaten, bahkan di seluruh Indonesia. Jadi di Jakarta juga terjadi kekosongan reagen," ungkapnya.

Sinto memastikan pihaknya sudah mengajukan pembelian 1.000 kit reagen ekstraksi RT-PCR menggunakan dana APBD yang tersedia. Dengan estimasi pemeriksaan spesimen 200-400 sampel perminggu, kebutuhan 1.000 kit diakui sangat kurang. Bahkan, akan habis kurang dalam sebulan.

"Kita mengajukan pembelian 1.000 kit, estimasi pemeriksaan 200-400 sample per Minggu. Kebutuhan sebenarnya minimal 10.000 kit. Kemungkinan akan datang pada hari Jumat," katanya.

Selama pemeriksaan spesimen berhenti sementara, sampel swab PCR yang belum diperiksa tidak dikirim ke provinsi. Diskes memutuskan untuk tetap menunggu kit reagen datang. "Kita menunggu reagen datang," jelasnya.

Baca juga: Akan Bantu Daerah Alat PCR, Sutarmidji: Daerah Harus Punya Tenaga Ahli dan Beli Reagen Kit Sendiri

Meski pemeriksaan spesimen sampel swab berhenti sementara, Dinkes tetap melakukan pelacakan terhadap kontak erat untuk mencegah penularan meluas.

"Proses tracing tetap kita lakukan dan juga kami tetap melalukan perawatan bersama rumah sakit terhadap pasien yang terkonfirmasi," jelas Sinto.

Sejauh ini, Diskes Sintang sudah melakukan pemeriksaan 4.749 spesimen. Hasilnya 4.458 sampel negatif corona dan 198 kasus konfirmasi. Ada 131 orang yang dinyatakan sembuh. Saat ini masih ada 67 pasien corona yang dirawat di RSUD Ade M Djoen Sintang.

Kirim ke Provinsi
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dr Harison MKes menganjurkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang mengirim sampel ke Pemprov Kalbar untuk diperiksa selama menunggu stok kit reagen ekstraksi RT-PCR tiba dari Jakarta.

“Sementara berhenti pemeriksaan sampel swab sembari menunggu reagent kit datang silakan Sintang kirim sampel ke provinsi dulu karena Untan sudah mulai operasi kembali,” ujar Kadiskes Kalbar.

Pemprov Kalbar, jelas Kadiskes, sudah membantu anggaran Rp 2 miliar untuk pembelian reagen kit untuk Kabupaten Sintang.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved