Ada Daerah Lebih Mementingkan Beli Alat USG Dibanding Ventilator, Ini Penjelasan Harisson

Harisson mengatakan terkadang Direktur lebih memilih pengadaan alat- alat lain yang belum merupakan prioritas.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson saat meninjau kesiapan Labkesda Provinsi Kalbar , Senin 5 September 2020 

“Sebab penggunaan ventilator adalah tanggung jawab dokter spesialis anastesi. Ventilator tidak dapat digunakan bila dokter anastesi tidak ada disitu,” ujarnya.

Harisson mengakui Dinas Kesehatan Provinsi tidak menganggarkan pengadaan alat ventilator untuk RSUD Kabupaten Kota karena dalam Aplikasi Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan  (ASPAK) yang diiisi oleh masing- masing Direktur Rumah Sakit tertera bahwa mereka sudah memiliki alat ventilator

“Bahkan ada rumah sakit yang mengaku di koran bahwa rumah sakit nya tidak mempunyai alat ventilator, setelah dicek di data ASPAK Rumah Sakit tersebut ternyata tertulis memiliki mempunyai  5 alat ventilator,” ujarnya.

Harisson juga mengakui bahwa hal ini bisa terjadi karena dalam aplikasi ASPAK, Rumah Sakit berupaya untuk mengisi kelengkapan peralatan yang dimiliki agar kelas rumah sakit tersebut dapat memenuhi persyaratan kelas rumah sakit yang diharapkan. 

“Jadi, misalnya rumah sakit tersebut ingin dikategorikan sebagai RSUD tipe C, maka dalam aplikasi ASPAK milik Kemenkes tersebut  Rumah Sakit akan mengisi bahwa persyaratan perlatan rumah sakit tipe C telah mereka penuhi,” pungkas Harisson.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved