Anggota PHRI Terdampak Covid-19, Tutup Hotel dan Jual Properti

Kami bahkan sudah merumahkan karyawan. Ada yang hari ini masuk, besok tidak. Ada yang seminggu masuk, seminggu tidak.

Tayang:
Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat, Yuliardi Qamal. 

“Mereka juga merasa aman ketika abai protokol kesehatan tapi ketika ada disekitarnya dinyatakan positif Covid-19 baru mereka merasa ketakutan,” ujarnya.

Harisson mengatakan apabila melihat hasil pemeriksaan sampel swab yang diperiksa di Laboratorium Untan bahwa setiap 100 orang yang diperiksa sekitar 15-20 persen dinyatakan kasus Positif covid-19.

“Tapi kita tidak tahu diantara kita termasuk orang yang sudah terkonfimasi maka kita harus menjaga. Anggaplah semua orang disekitar kita kasus Covid-19. Maka kita harus terapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Jadi ketika ada teman disekitar tempat kerja atau kantor ada yang terpapar Covid-19 bahwa secara pribadi diri sendiri sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Jadi begitu temannya kasus positif Covid-19, dia tidak perlu takut dan tidak perlu minta swab Diskes hanya cukup isolasi mandiri selama 10 sampai 14 hari . Jadi kita pribadi harus selalu menerapkan protap. Jadi itulah caranya kita membentengi diri kita sendiri,” tegasnya.

Ia mengatakan memang pada usia anak-anak muda apabila tertular biasanya tanpa gejala atau OTG , namun biasanya juga hanya ada demam , batuk setelah istirahat cukup bisa sembuh . Akan tetapi bisa menjadi masalah kalau disekitar mereka ada orang tua yang punya Komorbid atau penyakit bawaan .

“Anak muda yang biasanya masih ke warkop ketika Positif Covid-19 tidak akan menunjukan gelaja tapi ketika pulang dia akan menularkan kepada orang tuanya dirumah yang ada komorbid. Ketika tertular maka akan parah dan terjadi sesak nafas, kalau di RS tidak mampu berjuang maka akan berakibat fatal atau menyebabkan kematian,” jelasnya.

Ia mengatakan apabila masih melakukan aktivitas diluar rumah tentu harus menerapkan protokol kesehatan supaya tidak tertular Covid-19 dan tidak menularkan kepada yang rentan.

“Kalau masih mau ke warkop harus terapkan protokol kesehatan dan harus menjaga supaya tidak tertular dan supaya tidak menularkan kepada yang lebih rentan,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa kecepatan penularan Covid-19 bisa melalui Percikan lendir atau Droplet, kontak fisik langsung atau melalui objek, aerosol, satu orang dapat menularkan sampai 560 orang perhari atau menjadi Super Spreader.

“Berakhirnya Covid-19 dengan skenarionya apabila ditemukan Vaksin, Obat Covid-19, dan Herd Imunity,” pungkasnya.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved