UPDATE Demo Buruh Hari Ini Demonstrasi Omnibus Law Alumni 212 Live Kompas Tv hingga Tv One Live
Lokasi demo hari ini di Jakarta sendiri satu di antaranya di mana kerumumann massa tampak terlihat di kawasan Patung Kuda Jakarta.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sedang berlangsung PA 212 demo penolakan Omnibus Law di Jakarta, Selasa 13 Oktober 2020.
Anda bisa memantau update demo buruh hari ini di demonstrasi Omnibus Law yang digalang oleh PA 212 dan sejumlah elemen masyarakat lainnya ini.
Lokasi demo hari ini di Jakarta sendiri satu di antaranya di mana kerumumann massa tampak terlihat di kawasan Patung Kuda Jakarta.
Anda bisa mengikuti tayangan ini dengan menyaksikan berbagai tayangan siaran live streaming update demo buruh hari ini dari demonstrasi Omnibus Law yang digelar oleh PA 212 ini di berbagai kanal siaran live streaming yang linknya kami sematkan di artikel ini.
Baca juga: Niat Ingin Beli Ikan Cupang, 32 Pelajar Diamankan Polisi Diduga Hendak Demo UU Cipta Kerja
Satu di antaranya yakni di frekuensi Kompas Tv Telkom 4 via siaran live streaming Breaking News Jakarta hari ini di giat aksi demonstrasi Omnibus Law oleh alumni 212 tersebut.
Berikut beberapa di antara link live streaming update demo buruh hari ini di demonstrasi Omnibus Law yang digalang oleh alumni 212 tersebut:
Link 1 Live Streaming Kompas Tv Live
Link 2 Live Streaming Streaming Metro Tv
Link 3 Live Streaming Streaming Tv One
Link 4 Live Streaming MNC Group (RCTI Global Tv MNC tv hingga iNews)
Selamat menyaksikan.
Disclaimer:
- Jadwal Live Streaming sewaktu-waktu bisa berubah.
- Link Live streaming hanya informasi untuk pembaca.
- Tribunpontianak.co.id tidak bertanggung jawab terhadap kualitas siaran
Update Demo Buruh Hari Ini Demonstrasi Omnibus Law
Massa demonstran yang menolak UU Cipta Kerja mulai memadati Jalan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta pada Selasa (13/10/2020) pukul 12.30 WIB.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, massa demonstran terdiri dari berbagai usia. Bahkan, terlihat beberapa anak berada di lokasi.
Dua mobil pengeras suara juga sudah terparkir di Jalan Medan Merdeka Selatan.
Satu berada di depan gedung Kementerian Pariwisata, sedangkan yang lainnya berada di depan Gedung Indosat.
Massa membawa sejumlah bendera.
Beberapa titik logistik untuk demonstran juga telah disiapkan oleh massa aksi.
Baca juga: SIAPA Penunggang & Penyusup Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja Omnibus Law Simak Penjelasan Pangdam Jaya
Hingga saat ini, massa masih terus berdatangan menuju lokasi demonstrasi.
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin mengatakan, pihaknya akan melaksanakan unjuk rasa pada hari ini.
Aksi tersebut akan digelar oleh sekelompok massa yang terdiri dari beberapa kelompok ormas.
Novel mengatakan, aksi penolakan omnibus law bukan kali ini saja dilakukan oleh pihaknya.
Jauh sebelum buruh menggelar aksi terkait UU Cipta Kerja, pihaknya mengeklaim sudah melakukan penolakan sedari awal.
Mengantisipasi hal tersebut, sebanyak 12.000 personel gabungan dari TNI dan POLRI disiapkan untuk melakukan pengamanan di kawasan Istana Merdeka.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menuturkan, sejumlah personel cadangan juga disiapkan untuk melakukan pengamanan jika massa akan bergerak di sekitaran gedung DPR, Senayan.
"Tapi (personel) masih ada kita siapkan kita ada yang standby. Itu (12.000) pusatnya di Monas ya. Cadangan kita di DPR," katanya.
Baca juga: NONTON LIVE Streaming Aksi Demo Jakarta Sekarang Selasa 13 Oktober Live Kompas TV CNN serta TV One
Selain itu, personel gabungan juga akan melakukan penjagaan di beberapa pusat perbelanjaan dan mal.
Pembahasan kilat dan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja oleh DPR RI masih terus menuai pro dan kontra.
Pasca-pengesahan RUU Cipta Kerja, Senin (5/10/2020), berlangsung aksi demonstrasi menolak RUU yang dinilai merugikan buruh itu, di sejumlah wilayah di Indonesia.
Sebagian pihak menyoroti tertutupnya pembahasan UU tersebut selama proses pembahasan bersama pemerintah.
Sorotan juga diarahkan pada sejumlah pasal kontroversial yang dinilai akan merugikan kaum pekerja.
Gelombang aksi unjuk rasa berlangsung sejak Selasa (6/10/2020) hingga Kamis (8/10/2020), diwarnai kericuhan.
Pemerintah merespons berbagai aksi dan aspirasi penolakan ini dengan menyebut bahwa reaksi yang muncul karena banyaknya misinformasi soal isi RUU Cipta Kerja.
Pemerintah dinilai masih belum mendengarkan keluhan dari pihak-pihak yang menolak pengesahan UU Cipta Kerja.
Pemerintah justru lebih menunjukkan sikap defensif daripada mendengarkan aspirasi mereka yang menolak UU ini.
Sejumlah materi di artikel ini juga telah tayang di Kompas.com dengan judul Massa Aksi Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Mulai Padati Jalan Medan Merdeka Selatan"
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838