Bisa Jadi Alternatif Saat Kepadatan Lalu Lintas, Damri Cabang Pontianak Bidik Transportasi Bus Air
Artinya juga untuk mengembalikan fungsi air sebagai transportasi reguler dan juga untuk pariwisata.
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Zulkifli
Laporan wartawan Tribun Pontianak Muhammad Rokib
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - General Manager Damri Cabang Pontianak, Yulianto mengatakan bahwa pihaknya saat ini sudah merencanakan program baru untuk menerapkan transportasi air yaitu pengadaan Bus Air.
Transportasi Bus Air ini, untuk awal ditargetkan akan beroperasi dari Tugu Khatulistiwa Kota Pontianak dan Rasau Jaya Kubu Raya.
"Kalbar ini kan juga daerahnya meliputi banyak aliran sungai, jadi seharusnya bisa difungsikan.
Atas dasar hal itu Damri bersama Dinas Perhubungan dan BPTD Wilayah Kalbar berencana komitmen untuk mengoperasikan bus air, untuk mengoptimalkan transportasi air," jelasnya kepada Tribun Pontianak, Selasa 13 Oktober 2020.
"Ini juga sebetulnya bus air untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas dan setidaknya masyarakat disepanjang pesisir sungai bisa menggunakan bus air sebagai angkutan," lanjutnya.
Yulianto menjelaskan terkait rencana program itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait termasuk Pemerintah provinsi Kalbar dan juga Dinas Perhubungan, serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Kalbar.
"Dari hasil koordinasi, kemaren kita sudah mengirimkan surat ke Kementerian Perhubungan untuk dilakukan kajian terhadap wacana bus air tersebut.
Dan tentu tak terlepas dari BPTD karena BPTD adalah kepanjangan tangan dari Kemenhub," jelasnya.
Baca juga: Getreda M Hehanussa Jelaskan Fungsi Mangrove Pulihkan Kawasan Pesisir
Pihaknya pun hingga saat ini masih menunggu hasil keputusan dari Kemenhub.
Dengan itu, Ia mengharapkan agar bersama-sama komitmen antara Pemerintah Daerah baik provinsi, Kabupaten/Kota untuk serta Pemerintah Pusat bisa memberikan respon baik terhadap rencana program itu, mulai dari penyediaan dermaga atau halte.
"Kedepannya kita akan berkomitmen untuk mengembangkan transportasi air.
Artinya juga untuk mengembalikan fungsi air sebagai transportasi reguler dan juga untuk pariwisata.
Saya yakin jika tersedia bus air, maka para wisatawan akan tertarik untuk melakukan perjalanannya melalui bus air," ungkapnya.
Ia menilai jika program itu bisa dilaksanakan, tentu akan memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat Kalimantan Barat.