Breaking News:

Kemendikbud Tetapkan Tujuh Warisan Budaya Takbenda di Kalbar

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat Sugeng Hariadi mengatakan tujuh karya budaya ini merupakan usulan dari masing-masing kabupaten

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Kadisdik Kalbar, Sugeng saat memantau suasana Simulasi di SMA Negeri 1 Pontianak,Rabu (2/9/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tujuh karya budaya di Kalimantan Barat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Adapun tujuh karya budaya itu antara lain Bahasa Melayu dari Pontianak, Bahasa Melayu dari Sambas, Zikir Nazam dari Sambas, Jimot Lulun dan Jimot Renai Mualang dari Sekadau, Tenun Ikat Kumpang Ilong dari Sekadau, Jepin Langkah Penghibur Pengantin dari Kubu Raya dan Cap Go Meh dan Tatung dari Singkawang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat Sugeng Hariadi mengatakan tujuh karya budaya ini merupakan usulan dari masing-masing kabupaten/kota.

"Setiap tahun kami diminta mengusulkan karya budaya untuk kemudian ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda," ujar Sugeng kemarin.

Lestarikan Budaya Tradisional, Lomba Uri Gasing Menjadi Agenda Festival Museum Kalbar

Menurutnya penetapan ini menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat. Apalagi kabupaten/kota tidak hanya mengusulkan saja namun disertai dengan naskah akademis.

"Naskah akademis itulah yang menjelaskan kenapa karya budaya itu layak diusulkan. Baik itu bahasa maupun tarian atau budaya lainnya," kata Sugeng.

Sugeng mengapresiasi kerja keras dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten/kota yang mempersiapkan persyaratan dalam penetapan Warisan Budaya Takbenda.

Ia meyakini Kalimantan Barat memiliki banyak karya budaya. Sehingga ia berharap ke depan bisa digali lebih dalam agar lebih banyak diusulkan lagi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda.

"Semakin banyak yang ditetapkan maka banyak sekali warisan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan," kata Sugeng.

Kabid Pembinaan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat Suhardi mengatakan pengusulan karya budaya itu dilakukan sejak Januari 2020.

"Semua usulan itu kami sampaikan ke pusat untuk diseleksi," kata Suhardi.

Ia menjelaskan ada tahapan yang dilalui sebelum ditetapkan sebagai Warisan Budaya antara lain dengan melakukan verifikasi ke daerah yang mengusulkan.

Namun proses itu tidak bisa dilakukan karena a terhalang pandemi Covid-19. Prosesnya hanya dilihat dari kelengkapan berkas yang diusulkan.

"Jadi kami mempresentasikan usulan itu secara virtual. Proses tanya jawab dilakukan hingga akhirnya proses penetapan dilakukan pada Oktober 2020," pungkas Suhardi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved