Apa Benar Olahraga Bikin Serangan Jantung?
Nah Tribuners, dr Chelwy Joycestio Vrixander dan Eric Herrianto Dwiputra SKed akan membahas, apa benar olahraga bikin serangan jantung?
Sedangkan pada orang yang lebih tua adalah penyakit jantung koroner. Risikonya ternyata juga berbeda loh Tribuners antara orang yang memang terbiasa berolahraga dengan yang sebelumnya jarang olahraga.
Serangan jantung maupun henti jantung paling sering ditemukan pada orang yang sebelumnya jarang bergerak.
Risiko henti jantung, pada orang-orang sedentary (jarang beraktivitas fisik) 56x lebih tinggi selama olahraga, dibandingkan pada orang-orang yang memang terbiasa berolahraga berat.
Aktivitas fisik berat, dapat menyebabkan serangan jantung selama waktu 1 jam. Meskipun begitu, sobat tidak perlu khawatir, karena risiko terkena serangan jantung saat berolahraga tentunya jauh lebih kecil dibandingkan keuntungan jangka panjangnya, yaitu hidup lebih lama dan sehat.
Hal positif lainnya juga ternyata 46% penderita henti jantung yang disebabkan oleh olahraga selamat, dibandingkan henti jantung yang tidak disebabkan oleh olahraga hanya 17% yang berhasil selamat.
Olahraga berat, bagaimanapun juga tetap dapat meningkatkan risiko serangan jantung maupun henti jantung, meskipun pada orang yang terbiasa berolahraga.
Oleh karena itu, ada beberapa strategi untuk mengurangi risiko itu:
1. Individu yang aktif berolahraga harus mengenali gejala-gejala awal dari serangan jantung dan sesegera mungkin mencari pertolongan medis bila muncul gejala tersebut.
Seseorang juga harus menyesuaikan program olahraganya tergantung kemampuan/kapasitasnya dan kondisi lingkungan.
2. Atlet-atlet harus menjalani screening sebelum berpartisipasi. Atlet yang memiliki kelainan harus dievaluasi apakah layak atau tidaknya ikut berpartisipasi.
3. Staf di tempat olahraga harus terlatih dalam mengatasi kegawatdaruratan jantung, serta memiliki peralatan resusitasi yang sesuai.
Kalau begitu apakah lebih baik tidak usah berolahraga saja lah?
Tidak seperti itu Tribuners! Terlepas dari ada tidaknya risiko terkena serangan jantung maupun henti jantung pada masing-masing individu, kita harus tetap berolahraga loh ya Tribuners. Kembali lagi, risikonya sangat kecil kok asalkan olahraga dilakukan dengan baik dan benar.
Olahraganya berapa lama ya rekomendasinya?
Kita direkomendasikan untuk berolahraga intensitas sedang minimal 30 menit sehari,11 atau 150 menit perminggu, atau 75 menit perminggu bila ingin melakukan olahraga dengan intensitas yang lebih berat seperti jogging.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bebincang-kesehatan.jpg)