Ibu dan Anak Korban Pembunuhan

Anak dan Cucunya Tewas Dibunuh, Ngadinah Harap Pelaku Segera Tertangkap dan Dihukum Mati

Saya ndak rela, anak saya sama cucu saya yang ndak tau apa - apa, dak ngerti apa - apa kok dibunuh gitu

Penulis: Ferryanto | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Ngadinah, ibu Sumiati sekaligus nenek Geby, korban pembunuhan sadis di jalan Tanjung Harapan, Kecamatan Pontianak Timur saat ditemui Tribun di lokasi kejadian,Senin (28/9/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Hingga kini, petugas kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku kasus dugaan pembunuhan sadis ini yang menewaskan  Sumiati (39), dan sang anak bernama Geby (19), warga  jalan Tanjung Harapan, Kecamatan Pontianak Timur, Rabu (23/9/2020) silam.

Ngadinah (60) ibu dari Suamiati dan juga nenek Geby korban pembunuhan di Jalan Tanjung Harapan, Kecamatan Pontianak Timur berharap pelaku segera dapat ditangkap dan di dapat di hukum mati sesuai dengan perbuatannya.

"Saya mohon bisa dapat pelakunya, kalau bisa di hukum mati. Saya ndak rela, anak saya sama cucu saya yang ndak tau apa - apa, dak ngerti apa - apa kok dibunuh gitu," ungkap Ngadinah dengan bercucur air mata saat ditemui di lokasi kejadian menyaksikan olah TKP lanjutan petugas kepolisian, Senin (28/9/2020).

Ngadinah tak menyangka ada orang yang tega membunuh anak dan cucunya dengan kejam.

"Saya ndak rela dunia akhirat anak saya di perlakukan seperti itu, sekejamnya, manusia mana kok bisa berbuat kejam seperti itu," jelas Ngadinah.

Kasus Dugaan Pembunuhan Ibu dan Anak, Kapolresta: Sudah Ada Titik Terang

ia menceritakan, sebelumnya ia bersama keluarga yang lain merasa heran mengapa handphon milik sang cucu geby tak dapat dihubungi.

Kemudian, ia bersama keluarga besar mendatangi rumah anaknya, saat tiba, pihak keluarga mendapati rumah korban dalam keadaan terkunci dan lampu di.matikan.

"Saya intip intip ndak ada apa - apa, lalu kerumah neneknya di sungai raya ndak ada apa, lalu saya kerumah pak RT izin dobrak pintu,"ujarnya.

Saat didobrak, iapun melihat secara langsung anaknya dalam kondisi tak bernyawa didepan pintu.

"Saya itu langsung jatuh, ndak kuat, ya Allah, anak saya meninggal. Saya dibawa ke kantor lurah, pas saya di kantor lurah, ada yang ngasi tau gerby juga meninggal, kepalanya pecah. Ya Allah sekejamnya manusia mana kok bisa berbuat seperti ini," ungkap Ngadinah.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved