Ibu dan Anak Korban Pembunuhan

UPDATE Kasus Kematian Ibu dan Anak Gadis di Pontianak, Keterangan 7 Saksi dan Keberadaan Ayah Tiri

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa 7 saksi atas kasus dugaan pembunuhan ibu dan anak berinisial SS (39) dan GB (19).

Penulis: Ferryanto | Editor: Rizky Zulham

Ahli Forensik Kalbar, dr. Monang Siahaan M. Ked (for), SpF mengungkapkan, dirinya menemukan sejumlah kejanggalan pada tubuh ibu dan anak ini.

"Pada jasad ibu kita temui kejanggalan didalam rongga kepala, lalu rongga dada sebelah kanan, untuk si anak, kita dapati kejanggalan di kepala, dan rongga rahang sebelah kiri, di tubuh korban juga ditemui memar - memar,"ungkapnya saat ditemui di kamar jenazah RSUD dr Soedars Pontianak.

Kejanggalan dibagian kepala itulah yang diduga membuat kedua korban meninggal dunia.

Menurutnya, berbagai Kejanggalan yang ditemuinya saat otopsi tersebut di sebabkan oleh benda tumpul dan juga benda tajam.

"Kalau untuk jasad si ibu, itu dominannya senjata tajam, Kalau si anak lebih dominan ke senjata tumpul, walaupun ada tanda dari senjata tajam,"katanya.

Dari hasil otopsi tersebuut, ahli forensik Kalbar itu mengatakan kedua korban telah meninggal lebih dari 18 jam bila dihitung mundur dari waktu penemuan.

"Darah pada rambut korban ini sudah beku, mengikat menjadi anyaman yang susah di pisahkan, jadi bukan baru meninggal, dan pada permukaan tubuhnya itu darahnya sudah pada mengering, dan beraroma yang khas,"ujarnya.

"Dan intinya, dari hasil otopsi, efek dari penganiayaan tersebut lebih banyak di jumpai pada sang ibu," jelasnya.

Permintaan Terakhir

Herman, Ayah Kandung korban tidak kuasa menahan air mata melihat jenazah putri tercinta Geby (19) dan mantan istri inisial SS (39) terbujur kaku di Kamar Jenazah RSUD dr Soedarso Pontianak, Kamis (24/9/2020).

Ibu dan anak ini diduga menjadi korban pembunuhan di rumahnya, Jalan Tanjung Harapan, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat ( Kalbar ).

Herman mengatakan, sudah cukup lama tidak komunikasi dengan mantan istri.

Namun terhadap sang putri, ia rutin komunikasi dan bahkan bertemu secara fisik.

"Terakhir ketemu itu saya sekitar awal bulan ini (September) sebelum saya berangkat ke Sandai, Kabupaten Ketapang," ujarnya.

Saat itu, sang putri sempat menginap di rumahnya yang berada di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, di malam sebelum ia pergi, putri kesayangannya itu membuatkannya semangkuk mie instan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved