Sutarmidji Berang Penumpang Pesawat dari Luar Kalbar Positif Covid-19 Melarikan Diri

Dinas Kesehatan Kalbar telah melaksanakan swab terhadap 48 orang penumpang Citi Link dari Jakarta dengan hasil satu orang positif covid-19.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ FILE
Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Sutarmidji 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Batat, H Sutarmidji berang sebab ada satu penumpang pesawat Citi Link dari Jakarta Ke Pontianak positif Covid-19 dan melarikan diri.

Pemprov Kalbar terus melaksanakan swab secara acak terhadap penumpang pesawat dari luar Kalbar yang mendarat ke Supadio pada tanggal 11 September 2020.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kalbar telah melaksanakan swab terhadap 48 orang penumpang Citi Link dari Jakarta dengan hasil satu orang positif covid-19.

Satu orang ini sebenarnya berasal dari Pekalongan , Jateng. Ia bersama temannya dari Jateng kemudian ke Pontianak yang merupakan pekerja di Pontianak yang tinggal di Ruko A Yani.

Diskes Umumkan 19 Kasus Baru Covid-19, Sutarmidji Ingatkan Masyarakat Tak Keluar Kalbar

Gubernur Sutarmidji menyampaikan bahwa terkait satu orang penumpang yang telah dinyatakan positif Covid-19 tersebut melarikan diri dan sampai saat ini belum ditemukan.

“Saya mau sanksi satu penerbangan karena satu orang ini di bawa lari lagi. Saya mau tayangkan fotonya. Jadi belum ketemu sampai pagi ini,” ujar Sutarmidji.

Ia menyampaikan terkait satu penumpang pesawat City Link kabur yang telah dinyatakan positif Covid-19.

Maka dari itu, maskapainya akan dikenakan sanksi selama dua minggu tidak boleh membawa penumpang dan sanksi akan berlaku mulai dari pihak maskapai menerima surat sanksi .

“Saya tidak peduli karena saya tidak melarang dia terbang , tapi tak boleh bawa penumpang selama dua minggu,” tegas Sutarmidji.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Jongkong Bagikan Masker di Dermaga Jongkong

Ia mengatakan telah memberi peringatakan kepada masyarakat Kalbar untuk jangan dulu keluar Kalbar.

Apabila ada orang dari luar Kalbar datang harus disuruh langsung isolasi dirumah agar tidak berkeliaran.

“Sekarang ini jangan berkomunikasi dengan orang yang tidak memakai masker . Karena sekarang obat yang paling efektif masker selain menjaga imun tubuh,” pungkas Sutarmidji.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved