Orangtua Siswa di Kalbar Dinyatakan Positif Covid-19, Anaknya sempat Ikut Pembelajaran Tatap Muka
Akan tetapi sekolah sudah mengambil langkah untuk meliburkan sekolah dan itu tindakan yang bagus
Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menyampaikan bahwa terkait pembelajaran tatap muka di Kalba masih terus dilakukan evaluasi.
Dikatakannya ada satu orangtua dari murid di dinyatakan kasus konfirmasi di Kalbar.
Anak dari pasien yang dinyatakan kasus konfirmasi ini sebelumnya mengikuti pembelajaran tatap muka di skeolah.
Dikatakannya pada siswa di salah satu sekolah di Kalbar ini sudah dilakukn pengambilan sampel swab. Namun hasilnya belum keluar.
• Harisson sampaikan Kabar Duka, Satu Pasien Positif Covid-19 di Kalbar Meninggal Dunia
“ Akan tetapi sekolah sudah mengambil langkah untuk meliburkan sekolah dan itu tindakan yang bagus. Protap yang kami berikan juga sudah dijalankan oleh kepala sekolah , nanti akan dievaluasi lagi,” jelasnya.
Dikatakannya kedepan akan dilakukan lagi Rapid test siswa dan seab test guru pada sekolah percobaan pembelajaran tatap muka.
Apabila dari hasil dinyatakan negatif dan aman maka belajar tatap muka akan dilanjutkan.
“Intinya kami tidak mau sekolah di Kalbar menjadi kluster baru,” ucapnya.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson menyampaikan terkait orang tua siswa yang terkonfirmasi Covid-19 pada kasus sebelumnya sudah ditangani dan sedang melakukan isolasi .
Sedangkan pada siswa tersebut sudah dilakukan pengambilan sampel swab dan saat ini sedang menunggu hasil swab PCR tersebut.
• Kapolres Kubu Raya AKBP Yani Permana Tatap Muka Bersama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Bahas Corona
“Ada satu kasus konfirmasi covid-19 di Pontinak ternyata anak dari pasien sedang melaksanakan sekolah tatap muka dan kita sudah minta agar siswa ini belajar di rumah,” tegas Harisson.
Sementara Diskes Provinsi sedang menunggu hasil swab siswa tersebut.
Dikatakannya untuk yang bersangkutan diharapkan dapat melakukan aktivitas diluar rumah apabila hasil swab sudah negatif semua atau setelah melakukan isolasi .
“Sebenarnya yang terkonfirmasi covid-19 adalah orangtuanya. Kita belum tahu hasil dari siswa tersebut , “ ucapnya.
Namun, Besar kemungkinan anak nya tertular karena tinggal dalam satu rumah dan selama ini kan orang tua nya tidak mengisolasi diri terhadap anggota keluarga yang lain.
Ia mengatakan sebelumnya siswa ini sudah melakukan pembelajaran tatap muka.
Jadi untuk mencegah penularan maka siswa tersebut diminta untuk tidak melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.