Warga di Pulau Bendu Ngabang Keluhkan Debu Tebal dari Proyek Jalan
Mohon dengan pemerintah dan kontraktor jalan bijak, dan tanggap dengan debu ini karena mengganggu kesehatan warga
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Pencemaran udara akibat debu sejak pelaksanaan proyek pengerjaan jalan Propinsi mengakibatkan aktivitas warga di Pulau Bendu, Ngabang terganggu.
Hal tersebut terjadi sejak sepekan terakhir. Sejumlah warga mengeluh karena terserang debu, warung kopi, warung makan, dan kantor terlihat bertebalan debu.
Debu akibat pembangunan jalan tersebut juga menyebabkan warga kena batuk dan pilek, mengalibatkan warga terganggu akibat debu, terutama seperti warung minuman dan rumah makan, sehingga menimbulkan kecelakaan.
• Dorong Perkembangan Wisata di Kalis, Kasim: Didukung dengan Potensi yang Memadai
Akibat debu tersebut, sejumlah warga mengalami gangguan pernapasan. Beberapa di antara mereka terpaksa mengungsi dari rumahnya karena kondisi udara yang dinilai tidak sehat.
Selain mengganggu pernapasan, warga juga merasakan gangguan pada mata akibat debu tersebut. Hal yang sama dialami oleh pengendara sepeda motor yang melintas di jalan sepanjang kurang lebih 200an meter itu.
Sejumlah warga di sepanjang jalur mengeluh, karena harus membersihkan rumah dan beberapa lama memakai baju mengakibatkan baju menjadi kotor akibat debu.
"Mohon dengan pemerintah dan kontraktor jalan bijak, dan tanggap dengan debu ini karena mengganggu kesehatan warga," ujar warga yang enggan disebutkan namanya.
Sejumlah warga terpaksa menyiram halaman rumah dan jalan di depan rumah mereka beberapa kali dalam sehari, agar debu tidak beterbangan dan mengganggu aktivitas warga.