Breaking News

Hujan Es

Fenomena Hujan Es Terjadi di Sekadau, Warga Kaget Saat Keluar Rumah

Tak seperti biasanya, hujan yang mengguyur Bumi Lawang Kuari itu tak hanya berupa air hujan, tetapi berupa butiran es

Tayang:
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Butiran es ditangan warga. Fenomena hujan es ini terjadi di Kabupaten Sekadau Sabtu (22/8/2020) malam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Fenomena hujan es terjadi di Kabupaten Sekadau, Sabtu (22/8/2020) malam.   

Tak heran, peristiwa yang jarang terjadi ini seketika menghebohkan warga yang menyaksikan langsung. 

Tak seperti biasanya, hujan yang mengguyur Bumi Lawang Kuari itu tak hanya berupa air hujan, tetapi berupa butiran es yang berukuran sebesar jari telunjuk orang dewasa.

Hal ini diungkapkan seorang warga, Tanti (18). 

Ia sontak  terkejut saat mendengar suara air hujan yang jatuh menimpa atap rumahnya. 

Hujan Es di Amerika, 14 Orang Terluka Ratusan Mobil Hancur

Curah Hujan Tinggi di Kalbar Sepanjang 2020, Disebabkan 3 Hal Ini

Tak seperti suara air hujan pada umumnya.

Dirinya pun bergegas keluar rumah dan mendapati adanya butiran es yang tak begitu banyak di halaman rumah.

"Pas keluar ada butiran-butiran es batu cuma sedikit.

Habis itu ditunggu lagi tidak ada lagi jatuhnya," kata Tanti.

Diketahui hujan deras disertai angin kencang mulai membasahi Kabupaten Sekadau sejak pukul 21:00 WIB dan hujan terus mengguyur hingga pagi Minggu (23/8/2020) namun cenderung hujan ringan.

Curah Hujan Tinggi di Kalbar Sepanjang 2020, Disebabkan 3 Hal Ini

Pendinginan Uap Air

Fenomena hujan es Baru-baru ini, jug aterjadi di Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo.   

Atas kejadian pada Kamis (20/8/2020) tersebut, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan memberikan keterangan.

Dilansir dari  Tribunmedan.com, Kepala BMKG Wilayah I Medan Edison Kurniawan menjelaskan bahwa hujan es terjadi akibat pendinginan uap air di atmosfer.

"Hujan es, dalam ilmu meteorologi disebut juga hail, adalah presipitasi yang terdiri dari bola-bola es.

Salah satu proses  pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan di atas level beku," ujar Edison Kurniawan saat dikonfirmasi pada Sabtu (22/8/2020).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved