Curah Hujan Tinggi di Kalbar Sepanjang 2020, Disebabkan 3 Hal Ini
Pertama, karena suhu muka laut di sekitar Kalbar yang hangat sehingga potensi penguapan sebagai bahan baku pembentukan awan hujan banyak tersedia.
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Seksi Data dan Informasi Sta. Met. Kelas I Supadio - Pontianak, Sutikno, S.P menyampaikan untuk prakirakiraan curah hujan di Kalbar dan Pontianak khususnya di tahun 2020 ini akan lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Hal itu dijelaskan lantaran ada tiga penyebab utamanya.
Pertama, karena suhu muka laut di sekitar Kalbar yang hangat sehingga potensi penguapan sebagai bahan baku pembentukan awan hujan banyak tersedia.
Kedua, kelembaban udara di lapisan atas atmosfer yang tinggi sehingga uap air yang naik ke atas mudah terbentuk menjadi awan.
• BMKG Prediksi Curah Hujan Masih Rendah, Waspada Kemunculan Titik Panas
Kemudian penyebab ketiga, disampaikannya disebabkan oleh pola angin yang mendukung pembentukan awan hujan di kalbar.
"Mulai hari ini diprakirakan hujan mulai banyak lagi di Kalbar. Secara umum hingga akhir bulan Agustus 2020 nanti hujan akan banyak di kalbar. Dan pada bulan september 2020 diprakirakan hujannya secara umum juga akan banyak. Jadi potensi curah hujan rendah ke depan sudah kecil peluangnya," jelasnya, Kamis (13/8/2020).
Dengan demikian disampaikannya akan terjadi kemarau basah di Kalbar.
"Artinya masih banyak hujan walaupun di musim kemarau, sifat hujan dominan di atas normal," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/peta-potensi-hujan-di-kalbar.jpg)