Persiapan Belajar Tatap Muka, SMP Negeri 1 Sintang Kumpulkan Orangtua Siswa

Bagi orangtua peserta didik yang bersedia anaknya di swab, mengikuti tatap muka belajar di sekolah, dipersilahkan.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Agus Pujianto
Para orangtua siswa SMP Negeri 1 Sintang dikumpulkan oleh dewan guru untuk menindaklanjuti arahan persiapan belajar tatap muka, Rabu (12/8). Pertemuan tersebut untuk membahas kesiapan dan persetujuan orangtua siswa untuk diswab sebelum memasuki belajar tatap muka di masa pandemi Covid-19.    

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Para orangtua siswa SMP Negeri 1 Sintang dikumpulkan oleh dewan guru untuk menindaklanjuti arahan persiapan belajar tatap muka, Rabu (12/8).

Pertemuan tersebut untuk membahas kesiapan dan persetujuan orangtua siswa untuk diswab sebelum memasuki belajar tatap muka di masa pandemi Covid-19.

Kepala SMP Negeri 1 Sintang, Mursidi mengatakan tidak ada paksaan bagi orangtua maupun siswa untuk bersedia di swab dan kembali belajar tatap muka.

Pihaknya hanya menjalankan instruksi dari Disdik dan Bupati Sintang, mengenai kesiapan belajar tatap muka di sekolah.

Wakil Komisi V DPRD Nilai Giat Belajar Tatap Muka Boleh Digelar di Kalbar Jika Syarat Ini Terpenuhi

"Bagi orangtua peserta didik yang bersedia anaknya di swab, mengikuti tatap muka belajar di sekolah, dipersilahkan. Yang tidak bersedia misalkan khawatir anaknya terpapar covid-19 ketika bekajar, ya tidak apa-apa. Tetap belajar dari rumah melalui daring dan luring. Semua kita hormati keputusan orangtua," kata Mursidi.

Respon orangtua tentang rencana belajar tatap muka beragam. Ada yang menyatakan sangat setuju, ada lula yang tidak bersedia karena khawatir anaknya terpapar corona. "Respon orangtua beragam. Sebagian sangat setuju, sebagain kurang setuju, ada juga yang tidak setuju," ungkapnya.

Bagi orangtua yang setuju, diminta pihak sekolah untuk menandatangi surat pernyataan kesediaan anaknya untuk diambil sampel swab oleh Dinkes Sintang, untuk memastikan ada tidaknya corona. Bagi yang keberatan, pihak sekolah juga tidak memaksa.

"Kita tidak memaksa. Ini sukarela. Tergantung anaknya, mau belajar di sekolah atau di rumah. Orangtua yang setuju belajar tatap muka merasa, anaknya sudah bosan belajar dari rumah, ada pula yang justru main game, keluyuran," ungkap Mursidi.

Rencananya, sekolah tatap muka akan kembali dibuka pada 18 Agustus.

"Tapi diberi kelonggaran, karena harus dinswab dulu. Kalau hasil swab tidak ada yg positif, dipersilahkan tatap muka. Kalau ada satu saja yang positif, batal tatap muka. Pasti ditunda dulu. Kalau aman, insya allah setelah di swab langsung belajar tatap muka. Hari ini tujuannya tanya sama orangtua, mau atau tidak kembali belajar tatap muka," jelasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved