Sengkarut Problematika Kelangkaan Tabung Gas 3 Kilo Banyak Orang Merasa Miskin Pakai Elpiji 3 Kilo
Kemudian ia memberikan pertanyaan ketiga. Siapa yang merasa miskin, dan angkat tangan 60-70 persen. Dari simulasi ini, diketahui penyebab kelangkaan.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Kalbar 1, Maman Abdurahman menilai subsidi tertutup menjadi satu di antara solusi terbaik mengatasi kelangkaan elpiji 3 kilo di tengah-tengah masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi VII DPR RI yang juga Ketua DPD Golkar Kalbar ini saat podcast secara virtual melalui zoom meeting yang dipandu Pemred Tribun Pontianak, Safruddin, Jumat (7/8/2020).
"LPG 3 kilo diperuntukkan hanya untuk orang miskin. Namun di lapangan elpiji 3 kilo menjadi konsumsi mereka yang tidak masuk kategori miskin," ujarnya.
"Sampai kapan pun selama elpiji 3 kilo ini orang-orang yang tidak miskin ikut mengonsumsi, berapa pun kuota yang disiapkan, tidak akan pernah cukup," kata Maman.
Maman menceritakan pengalamannya saat keliling diseluruh kabupaten kota.
Hampir 14 Kabupaten Kota yang pernah ia datangi, mayoritasnya adalah elpiji 3 kilo.
Mereka mengkritik bupati, gubernur, DPR dan Pertamina.
Maman lalu membuat simulasi di tempat reses.
Ada sekitar 100 orang.
Ia tanyakan siapa yang pakai elpiji 3 kilo.
Hampir 100 orang yang hadir semua tunjuk tangan.
Ia kemudian menanyakan kembali, siapa yang orang miskin tunjuk tangan.
Dari 100 orang yang hadir yang tunjuk tangan hanya 20-30 persen, dan itu hampir diseluruh kabupaten kota.
Kemudian ia memberikan pertanyaan ketiga.
Siapa yang merasa miskin, dan angkat tangan 60-70 persen.