Pandemi Covid-19, Bank Indonesia Dorong Percepatan QRIS

Adapun karakteristik QRIS sendiri adalah Unggul yang merupakan akronim dari Universal, Gampang, Untung, dan Langsung.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/SEPTI DWISABRINA
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) wilayah Kalbar, Agus Chusaini saat hadir di bincang bisnis seputar transaksi non tunai pada program Tribun Pontianak Official Podcast (TriponCast), Rabu (5/8/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bank Indonesia telah secara resmi meluncurkan sistem pembayaran nontunai melalui Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) tahun 2019 lalu. Di Kalimantan Barat, telah ada 40 ribu merchant yang bergabung untuk periode Juli 2020, dan angka ini terus bertambah.

QRIS merupakan penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code, baik dari perbankan maupun nonperbankan.

Adapun karakteristik QRIS sendiri adalah Unggul yang merupakan akronim dari Universal, Gampang, Untung, dan Langsung.

Melalui QRIS, proses transaksi jauh lebih mudah, lancar dan aman. Bahkan, beberapa penyedia uang elektronik telah menerapkan QR Code seperti LinkAja, OVO, GoPay, Dana, dan lain sebagainya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) wilayah Kalbar, Agus Chusaini mengungkapkan sebanyak 15 ribu merchant telah bergabung ke dalam QRIS di Kota Pontianak.

Jumlah ini cukup pesat pertumbuhannya dan masih akan terus berkembang. Sementara se-Kalbar, jumlahnya mencapai 40 ribu merchant.

BI Kalbar Ungkap 15 Ribu Merchant di Pontianak Bergabung Kedalam QRIS

"Kami pun gencar melakukan promosi serta sosialiasi ke seluruh masyarakat, melalui media sosial serta berkerja sama dengan seluruh pemerintahan di daerah Kalimantan Barat," ungkapnya saat Tripon Cast Bebincang Bisnis With Bank Indonesia Kalbar yang tayang pada Rabu (5/8).

Menurut Agus Chusaini, dengan adanya pandemi Covid-19 ini, juga turut mendorong peningkatan transaksi nontunai di masyarakat. Satu di antaranya melalui QRIS.

"Bahkan, sebelum adanya pandemi ini, Bank Indonesia telah melihat jika transaksi nontunai adalah suatu keniscayaan, suatu yang akan terjadi di kemudian hari. Namun, saat pandemi ini justru mendorong hal tersebut semakin cepat dan potensi transaski ini akan terus berkembang," terangnya.

Lebih lanjut, Agus Chusaini menuturkan antusias masyarakat begitu terasa dengan hadirnya QRIS di Kalimantan Barat. Ia pun menyatakan ke depannya transaksi nontunai akan terus tumbuh dan berkembang.

"Tentunya transaksi penggunaan QRIS ini akan terus merambah di masyarakat. Mulai dari pelaku UMKM hingga transaksi di pasar tradisional saat ini telah menggunakan QRIS. Dengan QRIS ini, tentunya akan lebih memudahkan kita dalam memantau transaksi," imbuhnya.

Agus Chusaini juga menambahkan QRIS, sebagai satu di antara tambahan dalam sistem pembayaran. Dengan menggunakan QRIS diharapkan setiap transaksi bisa tercatat dan di kontrol dengan baik.

"Penggunaan QRIS juga bisa terhindar dari penggunaan uang palsu dan akan meningkatkan pendapatan," jelasnya.

Gaji 13 PNS Cair Paling Lambat Minggu Depan & Gaji 13 PNS Pensiun Cair Senin 10 Agustus 2020

Terkait penggunaan QRIS cukup mudah, yakni dengan mengscan kode QR (barcode) yang dimiliki merchant atau pedagang saat melakukan transaksi pembayaran. Secara otomatis, transaksi pembayaran langsung masuk ke akun atau rekening milik merchant.

Selain itu, Agus Chusaini menyatakan transaksi nontunai melalui QRIS ini sangat cepat, mudah serta terjamin dari sisi keamanannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved