Breaking News:

Bupati dan Wabup Hadiri Ritual Adat Penurunan Tempayan di Pabrik PTPN XIII

Untuk itu sebelum perusahaan memperoleh perpanjangan perizinan, masyarakat menuntut adanya perubahan status lahan perkebunan.

Istimewa
Suasana rangkaian acara ritual adat penurunan tempayan yang dilaksanakan di Dio Nyah Nak Brogo, Dusun Pintu Sepuluh, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kamis (30/7/2020). 

Pihak perusahaan sendiri menyadari bahwa selama ini telah terjadi perselisihan sehingga mengakibatkan hubungan yang kurang harmonis. Untuk itu, kesempatan ini tentunya merupakan langkah awal yang baik untuk membangun hubungan yang harmonis antara PTPN XIII dengan seluruh stakeholder yang ada.

“Sebagaimana yang disampaikan bapak Temenggung kepada kami, dengan turunnya tempayan ini berarti kita ini sudah kosong-kosong, tidak ada lagi dendam, tidak ada lagi sakit hati dan tidak ada lagi perselisihan di antara kita. Semua ini kami terima terima dengan baik, Kami juga mohon maaf sebesar-besarnya kepada Pemda, Kapolres, Dandim, Bapak Temenggung dan terutama masyarakat atas hubungan yang kurang harmonis," katanya.

"Semua ini menjadi pembelajaran bagi kami dan saya mewakili karyawan PTPN XIII mengucapkan mohon maaf. Untuk kedepannya marilah kita bangun soliditas dan harmonisasi. Percayalah, kami hadir untuk seluruh stakeholder yang ada di sini," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama tidak lupa pula ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pihak yang telah terlibat dalam penyelesaian masalah ini sehingga kesepakatan ini bisa tercapai tanpa adanya tindakan-tindakan yang tidak diharapkan. Pihak perusahaan akan tetap menjaga komitmen terhadap kesepakatan yang telah tercapai.

“Terima kasih kepada Bupati Sanggau, Wakil Bupati Sanggau merangkap Ketua DAD Sanggau, Kapolres Sanggau, Dandim Sanggau, Anggota DPRD Sanggau yang telah berjuang luar biasa menyelesaikan masalah ini. Dan seluruh masyarakat adat yang betul-betul menjaga suasana sehingga tidak ada tindakan anarkis. Kami tentunya akan komit terhadap kesepakatan ini," ujarnya.

Bupati Sanggau, Paolus Hadi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sanggau akan mengambil alih untuk beberapa hal yang belum tuntas, salah satunya mengenai perpanjangan izin HGU lahan perkebunan PTPN XIII.

Dalam prosesnya perusahaan  berkewajiban untuk membahas hal tersebut bersama dengan pemerintah daerah dan melibatkan masyarakat sesuai peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan aturan-aturan adat.

UPDATE Gaji 13 Cair Agustus 2020 | Tanggal Berapa Bulan Agustus 2020 Pencairan Gaji 13 PNS?

Untuk itu perlu penunjukan perwakilan dari para pihak untuk duduk bersama, Sehingga masalah ini dapat segera terselesaikan dan para pihak memperoleh kepentingannya masing-masing.

“Pemerintah akan ambil alih untuk hal-hal yang belum tuntas. Salah satunya yaitu proses HGU sudah hampir selesai. Ada kewajiban perusahaan harus membahasnya dengan pemerintah dan masyarakat," katanya.

"Disitulah nanti kita bahas. Tidak ada yang menang atau kalah, juri kita peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah dan juga tentu aturan adat kita. Saya berharap tunjuk lah perwakilan yang dapat mewakili," tambah Ketua DPC PDI Perjuangan Sanggau itu.

Wakil Bupati Sanggau yang juga Ketua DAD Sanggau, Yohanes Ontot berharap kepada masyarakat adat kebun sungai untuk tetap bersabar dan optimis bahwa solusi yang terbaik akan segera didapatkan.

"Sehingga keinginan masyarakat dapat terakomodir dan pihak perusahaan juga dapat melanjutkan kegiatan operasionalnya," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved