Warga Rela Antre Demi Dapatkan Gas 3Kg Saat Operasi Pasar di Mempawah

Agus mengatakan sudah bebarapa hari ini ia kesulitan memperoleh gas 3kg sehingga mengharuskan dirinya memasak dengan tungku kayu.

Tribunpontianak/Try Juliansyah
Warga mengantre untuk mendapatkan gas 3kg pada operasi pasar yang dilaksanakan di kantor camat Mempawah Hilir, Rabu (29/7/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Menghadapi sulitnya warga mendapatkan gas 3kg, Pemkab Mempawah pada alar operasi pasar yang tersebar di setiap kecamatan, Rabu (29/7/2020).

Namun niat baik ini ternyata menimbulkan masalah baru yang tentunya tetap memaksa masyarakat harus mengantre.

Tidak hanya itu di sejumlah wilayah penyaluran gas 3kg ini juga tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan. Tentu saja selain antrian yang memanjang ini juga menyebabkan banyak warga yang mengalami kerugian khususnya waktu.

Hal ini diungkapkan satu diantara warga Mempawah Hilir yang sudah mulai mengantri sejak pukul 09.00 WIB.

"Jadwalnya jam 10 pagi tapi hingga jam 11 lewat gas belum ada datang, kita juga ada kegiatan lain. Apalagi saya kerja cuci motor, ini udah setengah hari ngantri tapi belum dapat gas," ujarnya.

Agus mengatakan sudah bebarapa hari ini ia kesulitan memperoleh gas 3kg sehingga mengharuskan dirinya memasak dengan tungku kayu.

"Sudah beberapa hari bukan saja sulit tapi tidak pernah mendapatkan gas 3kg ini, jadi pakai alternatif kompor tungku kayu. Tapi sekarang juga untuk mendapatkan kayu bakar sudah sulit," tuturnya.

Selain itu antrian panjang ini juga menjadi pemandangan yang menyedihkan ketika sosialisasi sosial distancing dilakukan namun kebijakan operasi pasar memaksa masyarakat harus berkumpul dalam jumlah banyak. Desak-desakan yang akhirnya tidak lagi mengindahkan protokol kesehatan pun tak dapat terhindarkan.

"Operasi pasar ini akhirnya memaksa kita harus datang beramai-ramai, ya mau gimana lagi, kami juga butuh gas 3kg ini," katanya.

Syarat untuk Mendapat Upah Sesuai UMK

Hal serupa juga dirasakan Anita, warga Sungai Kunyit dimana, dirinya sengaja datang lebih awal agar nanti tak terlalu lama mengikuti antrian. Mengenakan masker, Anita harus rela meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil di rumah.

"Kita sudah datang sejak jam 8 pagi, dan rencananya operasi pasar di kantor camat sungai kunyit. Tapi karena ramai sekali yang datang di Kantor Camat Sungai Kunyit ini, maka pihak kecamatan dan kepolisian memutuskan untuk memindahkan lokasi operasi pasar ke ke Kijing Jaya, di sana halaman lebih luas," ujarnya.

Anita mengaku ia belum mengetahui pasti sistem operasi pasar ini berlangsung, karena ia hanya membutuhkan gas 3kg tersebut.

"Belum jelas benar bagaimana nanti sistem operasi pasar ini. Kami semua mengikuti saja agar bisa pulang membawa gas melon untuk memasak, lusa sudah lebaran haji," pungkasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved