Breaking News:

Sutarmidji Serahkan Sapi Kurban dari Presiden RI Kepada Bupati Mempawah

Midji juga menyebutkan bahwa jumlah sapi kurban dari Pemerintah Provinsi Kalbar tahun 2020 ini sebanyak 40 ekor dengan harga yang standar.

TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji memberikan sapi kurban dari Presiden RI seberat 1,2 ton kepada Bupati Mempawah, Erlina di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (28/7/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji memberikan secara simbolis hewan kurban berupa sapi peranakan seberat 1,2 ton dari Presiden RI kepada Bupati Mempawah, Erlina di Halaman Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (28/7/2020).

Midji menerangkan bahwa sapi dari Presiden RI, Joko Widodo itu dirawat di Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya.

Hingga kemudian diberikan kepada Bupati Mempawah untuk Masjid Nurul Jannah Desa Peniti, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah.

"Kurban tahun ini dari Presiden satu diserahkan ke Segedong," katanya.

Selanjutnya terkait kegiatan keagamaan kurban, Midji juga menyebutkan bahwa jumlah sapi kurban dari Pemerintah Provinsi Kalbar tahun 2020 ini sebanyak 40 ekor dengan harga yang standar.

"Dari pemprov 35, saya pribadi tiga semuanya 40, karena dua enggak masuk di daftar. Semua yang distribusikan 40," ungkapnya.

“Saya cari yang besar, kedepan harus cari lebih besar. Standarnya kalau Provinsi nilai harganya 25 juta sedangkan tahun lalu hanya 20 juta," lanjutnya.

CARA MEMILIH DAGING SAPI Untuk Lebaran Idul Adha, Sangat Berbahaya Jika Kondisinya Seperti Ini

Dikatakannya untuk jumlah kurban dari Pemprov Kalbar pada 2020 ini ada penambahan dibandingkan dengan 2019 lalu. Sebagaimana pada 2019 hanya terdapat 20 ekor sapi saja. Sedangkan untuk 2020 ini berjumlah 38 ekor sapi dari Pemprov Kalbar.

Ia juga memastikan bahwa di setiap Kabupaten juga ada hewan kurban dan minimal dua sampai lima tergantung kepadatan penduduknya. Kemudian terkait pemotongan hewan kurban di tengah pandemi ini.

Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini juga menghimbau agar pelaksanaan pemotongan maupun pendistribusian hewan kurban nantinya tetap mengikuti protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19.

"Kita sudah arahkan pemotongannya jangan ramai-ramai, cukup panitia. Panitia yang ngantar masing-masing kerumah. Kalau kurban ini tidak hanya muslim dan non muslim pun juga bisa diberi," ungkapnya. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved