Yodi Prabowo Antara Dibunuh dan Bunuh Diri, Polisi Kantongi Gambaran yang Bisa Jadi Kunci

Diketahui, sejumlah barang bukti seperti pisau, rambut, hingga sidik jari ditemukan polisi di lokasi di mana jasad Yodi Prabowo ditemukan.

Editor: Marlen Sitinjak
Warta Kota
Di sepanjang jalan editor Metro TV, Yodi Prabowo, pulang sebelum tewas, ternyata tersebar banyak kamera CCTV. 

Namun, Tubagus enggan berbicara lebih lanjut.

"Ada gambaran tapi nantilah belum saatnya," katanya, dikutip dari Tribun Jakarta.

Kemungkinan Bunuh Diri?

Polisi kembali melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait kasus kematian editor <a href='https://pontianak.tribunnews.com/tag/metro-tv' title='Metro TV'>Metro TV</a> <a href='https://pontianak.tribunnews.com/tag/yodi-prabowo' title='Yodi Prabowo'>Yodi Prabowo</a>, Senin (20/7/2020) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait kasus kematian editor Metro TV Yodi Prabowo, Senin (20/7/2020) sore sekitar pukul 15.00 WIB. (KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO)

Misteri Kematian Editor Metro TV, Yodi Prabowo Diduga Dibunuh dengan Luka Tusuk tapi Barang Utuh

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, tak berani menyimpulkan apakah kasus Yodi Prabowo adalah bunuh diri.

"Belum bisa disimpulkan ke sana (bunuh diri)," ucap Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa, dilansir Warta Kota.

Lebih lanjut, Yusri membeberkan hasil Labfor tidak menunjukkan adanya tindak kekerasan terhadap Yodi.

Ia mengatakan Yodi Prabowo tewas karena luka tusuk di bagian leher.

"Hasil dari kedokteran forensik tidak ada pemukulan dan tidak ada benda tumpul yang mengenai korban," katanya.

"Korban murni adanya tusukan dan sayatan di sekitar leher. Ini yang mengakibatkan korban meninggal dunia," ujar Yusri.

Di tengah-tengah minimnya petunjuk mengenai kasus Yodi, Yusri Yunus menyebutkan seorang saksi mengaku tahu pelaku pembunuhan.

Terkait hal itu, Yusri menuturkan pihaknya akan melakukan pemeriksaan ulang.

Mengutip Warta Kota, hingga Senin (20/7/2020), sudah 34 saksi diperiksa untuk dimintai keterangan.

"Seperti yang telah disampaikan bahwa salah satu saksi yang merupakan rekan dari almarhum sendiri yang mengatakan dia mengetahui pelaku pembunuhan atau dia berasumsi, kita akan melakukan pemeriksaan ulang atau pemeriksaan tambahan," kata Yusri.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved