PENTING, Apa Benar Penderita Ambeien Wajib Operasi?

Ambeien biasanya disebut wasir/hemoroid. Nah, bagi sobat yang mungkin masih asing dengan istilah ini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
dr Chelwy Joycestio Vrixander (kiri) dan Eric Herrianto Dwiputra SKed 

PENTING, Apa Benar Penderita Ambeien Wajib Operasi?

Ambeien biasanya disebut wasir/hemoroid. Nah, bagi sobat yang mungkin masih asing dengan istilah ini, ambeien merujuk pada pembengkakan pembuluh darah yang terjadi pada rektum bawah maupun anus (dubur).

Nah, pembengkakan ini seringkali menimbulkan keluhan, mulai dari keluhan ringan seperti gatal pada daerah dubur, hingga keluhan yang berat seperti perdarahan.Lalu kok bisa ya terjadi ambeien ini?

Yuk kita bahas bersama dr Chelwy Joycestio Vrixander dan Eric Herrianto Dwiputra SKed

Hemoroid normalnya merupakan jaringan vaskular (berpembuluh darah) di dalam kanal dubur dan ada pada orang normal.

Nah, hemoroid yang membesar, meradang, prolaps (dinding rektum menonjol keluar dari anus), ataupun mengalami trombosis (penggumpalan darah) itulah yang baru menyebabkan keluhan.

Hemoroid dibagi menjadi dua, yaitu hemoroid internal dan eksternal. Nah, mekanismenya ada banyak nih, seperti penurunan aliran balik darah vena.

Penurunan aliran balik ini disebabkan oleh pengejanan saat buang air besar. Kehamilan dan tekanan yang besar pada otot dubur juga disinyalir menyebabkan penurunan aliran darah balik vena.

Penuaan juga berkontribusi terhadap munculnya hemoroid akibat struktur penyokong dubur yang mendukung terjadinya prolaps.

Struktur penyokong ini dapat terjadi pada dekade ketiga kehidupan. Pembesaran dan prolaps ini menyebabkan lapisan dubur ini mudah luka dan berdarah.

Prolaps juga menyebabkan penumpukan kotoran dan pengeluaran lendir sehingga menyebabkan gatal. Akibatnya dubur berisiko terjepit.

Pada hemoroid eksternal, nyeri disebabkan karena adanya trombosis dan pembengkakan yang menekan kulit yang dipersarafi. Trombosis ini juga dapat mengerosi kulit di atasnya sehingga menyebabkan perdarahan.2–4

Nah, sekarang kan kita udah kenal nih dengan yang namanya ambeien. Terus, siapa aja sih yang berisiko terkena ambeien?

Yuk, kita bahas sedikit keadaan seperti apa yang menjadi faktor risiko munculnya ambeien.

Pertama, konstipasi!

Menurut penelitian yang dilakukan oleh tim yang terdiri dari Anne F Perry dkk, dibuktikan bahwa konstipasi menjadi salah satu faktor risiko seseorang bisa terkena ambeien.

Konstipasi itu ya suatu keadaan dimana sobat mengalami kesulitan saat buang air besar. Duh, sungguh menyiksa ya!

Nah, karena kesulitan saat mengeluarkan kotoran ini nih maka sobat akan mengejan lebih kuat. Inilah nanti yang menyebabkan vena di anus sobat akan membesar dan terjadilah ambeien.

Kedua, pola makan yang kurang makan serat dan kurang mengkonsumsi air!

Nah, kenapa bisa ya? Serat dan air berperan membuat kotoran menjadi lebih lunak. Tentu saja ini karena jika sobat memiliki pola makan yang kurang makanan berserat, maka sobat tentu saja akan mengalami konstipasi!

Jika sobat kurang mengkonsumsi makanan seperti kacang-kacangan, buah-buahan atau sayur-sayuran, ataupun kurang minum air maka sobat siap-siap ya mengedan keras-keras ketika buang air besar!

Ketiga, duduk terlalu lama!

Waduh, ternyata duduk terlalu lama di tempat kerja misalnya ataupun di toilet bisa menyebabkan ambeien loh! Loh kok bisa ya?

Ternyata jika sobat berada dalam posisi duduk terlalu lama maka darah akan berkumpul di pembuluh darah vena di bagian anus, sehingga lama-kelamaan vena akan membesar nah terjadilah ambeien.

Hati-hati ya sobat!

Kalau begitu, taunya ambeien itu bagaimana ya?

Pada hemoroid internal seringkali menyebabkan perdarahan (darah merah terang), prolaps, pengotoran (feses), dan gatal.

Hemoroid internal cenderung tidak menyebabkan nyeri, kecuali telah terjadi penjepitan pembuluh darah dan jaringan sekitarnya.

Sebaliknya, pada hemoroid eksternal cenderung menyebabkan nyeri. Fissura ani itu kan juga menyebabkan perdarahan, apakah sama dengan hemoroid?

Yak, benar juga bahwa fissura ani juga menyebabkan perdarahan. Namun fissura ani berbeda loh dengan ambeien.

Fissura ani merupakan keretakan atau sobekan pada anus, yang tentu saja menyebabkan nyeri dan perdarahan, berbeda dengan ambeien yang pembengkakan pembuluh darah beserta jaringan sekitarnya. Jadi harus dibedakan ya sobat.

Kalau sudah kena ambeien, saya harus bagaimana dong? Harus dioperasi ya dok?

Nah, ini pertanyaan yang sangat sering ditanyakan nih. Untuk ambeien, terapinya terdiri dari terapi konservatif, maupun terapi pembedahan.

Terapi ini tentunya didasarkan penilaian terhadap derajat keparahan dan jenis ambeiennya. Terapi non-bedah terdiri dari modifikasi diet berupa suplementasi serat dan peningkatan konsumsi cairan.

Hal ini berfungsi untuk melunakkan kotoran sehingga tidak perlu mengejan berlebihan. Terapi non-bedah lain terdiri dari ligasi gelang karet (rubber band ligation), dimana menggunakan gelang karet untuk mengikat bagian ambeien tersebut.

Terapi non-bedah lain seperti skleroterapi, koagulasi dengan laser maupun infrared tidak perlu dibahas lebih jauh lagi ya sobat. 1,2,7

Nah, selanjutnya adalah terapi pembedahan, yang cenderung lebih dipilih pada ambeien dengan derajat lebih lanjut, pada ambeien yang gagal dengan terapi non-bedah, dan keadaan-keadaan lain.

Terapi bedah ini dapat berupa hemoroidektomi (pemotongan jaringan ambeien) dengan cara konvensional maupun dengan stapler.

Selain itu juga dapat menggunakan cara memotong aliran darah arteri hemoroid tersebut (hemorrhoidal artery ligation).

Berbagai prosedur ini tentunya terdapat kelebihan dan kekurangan, misalnya dalam hal nyeri setelah operasi, kemampuan dalam menghilangkan keluhan, dan lain-lain.

Sekarang jadi terjawab kan, bahwa ambeien operasi atau tidaknya tergantung dari banyak faktor ya sobat!

Lalu, cara agar tidak terkena ambeien gimana ya?

Nah, sekarang untuk menghindari penyakit ambeien, ada beberapa saran yang bisa sobat jalankan. Mudah kok!

Pertama, makanlah makanan yang mengandung tinggi serat setiap hari. Untuk orang dewasa, direkomendasikan mengonsumsi serat sebanyak 28 gram perhari untuk diet harian sebesar 2.000 kalori.

Nah, pada penderita ambeien, konsumsi serat yang disarankan lebih tinggi lagi, yaitu 25-35 gram perhari.
Sebagai contohnya adalah makanan berbahan dasar gandum seperti sereal. Satu hingga 1¼ cangkir sereal gandum parut saja mengandung 5-9 gram serat loh.

Selain gandum, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan juga memiliki kandungan serat yang tinggi.

Serat pada makanan ini membantu melunakkan kotoran sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.

Nah, bagi sobat yang sulit untuk memenuhi kebutuhan serat melalui makanan sehari-hari, boleh kok untuk mengonsumsi suplemen serat tambahan.

Selain itu juga sobat perlu meningkatkan konsumsi cairan perharinya, dengan tujuan yang sama, yaitu melunakkan kotoran. Jumlah cairan yang direkomendasikan berkisar antara 6 hingga 8 gelas perhari.10

Kedua adalah menghindari duduk terlalu lama dan lebih sering beraktivitas fisik. Duduk terlalu lama, terutama di toilet, ternyata mengakibatkan peningkatan tekanan vena di dubur yang berkontribusi mengakibatkan ambeien loh sobat!

Nah, selain itu aktivitas fisik membantu mengurangi tekanan vena, serta membantu mengurangi berat badan berlebih yang mungkin berkontribusi terhadap munculnya ambeien.10

Ketiga, yaitu kebiasaan mengenai buang air besar yang harus dihindari, yaitu suka menahan BAB dan mengejan terlalu keras.

Kebiasaan suka menahan BAB dapat menyebabkan feses mengeras akibat kandungan airnya yang terserap, sedangkan mengejan terlalu keras, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, mengakibatkan peningkatan tekanan di vena nih sobat.

Nah, sekarang sudah jelas kan sobat mengenai ambeien ini. Ternyata tidak sulit loh untuk mencegah ambeien itu sendiri, toh kebanyakan berhubungan dengan perubahan gaya hidup saja sob.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan sobat mengenai ambeien ya. Terima kasih! (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved