Lampaui Target, Gubernur Sutarmidji Ungkap PAD Provinsi Kalbar Tahun 2019 Capai 5,93 Triliun

Pendapatan daerah tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), terealisasi sebesar Rp. 2,30 Triliun atau 105,61 persen.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA/ Humpro Kalbar.
Gubernur Kalbar H. Sutarmidji saat Penyampaian Nota Penjelasan Gubernur Kalbar Terhadap Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Kalbar Tahun 2019, di Kantor DPRD Provinsi Kalbar, Rabu (15/7/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO, ID PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat , H. Sutarmidji menyatakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kalbar Tahun Anggaran 2019 naik 5.93 Triliun atau 100,69 persen dan melampaui dari target yang ditentukan.

Gubernur Sutarmidji menyampaikan bahwa Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2019 ditargetkan sebesar Rp. 5,89 Triliun terealisasi sebesar Rp. 5,93 Triliun atau 100,69 Persen.

“Dibandingkan dengan realisasi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp. 5,66 Triliun, terjadi peningkatan sebesar Rp. 279,69 Miliyar atau 4,94 persen," ujarnya.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Kalbar H. Sutarmidji saat Penyampaian Nota Penjelasan Gubernur Kalbar Terhadap Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Kalbar Tahun 2019, di Kantor DPRD Provinsi Kalbar, Rabu (15/7/2020).

Politisi PPP Miftah Puji Kinerja Pasangan Sutarmidji-Ria Norsan, APBD Kalbar 2019 Capai 80 Persen

Gubernur Sutarmidji akan Copot 2 Kepala SMK di Pontianak yang Wajibkan Siswa Beli Seragam

Pendapatan daerah tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), terealisasi sebesar Rp. 2,30 Triliun atau 105,61 persen. 

Pendapatan transfer terealisasi sebesar Rp. 3,63 Triliun atau 97,61 Persen dan lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi sebesar Rp. 3,05 Miliyar atau 86,02 persen.

Sedangkan belanja daerah tahun anggaran 2019 dianggarkan sebesar Rp. 5,67 Triliun atau 91,36 Persen, dibandingkan realisasi belanja daerah tahun anggaran 2018 sebesar Rp. 5,34 Triliun, terjadi peningkatan sebesar Rp. 335,09 Miliar atau 0,29 persen.

"Belanja operasi terealisasi sebesar Rp. 3,81 Triliun dengan rasio belanja sebesar 67,17 persen. 

Belanja modal terealisasi sebesar Rp. 671,60 Miliar dengan rasio belanja sebesar 15,35 persen,” ujarnya.

Sedangkan belanja tak terduga terealisasi sebesar Rp. 21,74 Juta dengan rasio belanja sebesar 0,0004 persen dan transfer terealisasi sebesar Rp. 992,11 miliar atau dengan rasio belanja sebesar 17,47 persen.

Sutarmidji Sebut Serupiahpun Tidak Ada Kepentingan Dirinya Pada APBD Kalbar

Sutarmidji Buka-Bukaan Kondisi Infrastruktur Kalbar 2 Tahun Menjabat Wajar Masyarakat Masih Mengeluh

Lalu Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) merupakan gambaran dari realisasi pendapatan, belanja dan pembiayaan yang tercatat sebesar Rp. 577,26 miliar.

"SILPA bersumber dana dari PAD Rp. 188,66 M, Dana Transfer ke Daerah Rp. 387,23 M dan Kas BLUD Rp. 1,35 Miliar," tuturnya.

Ia mengatakan untuk laporan yang menyajikan informasi kenaikan dan penurunan saldo anggaran lebih tahun pelaporan yang terdiri dari posisi saldo anggaran awal tahun 2019 sebesar Rp. 364,90 Miliyar, posisi saldo anggaran lebih tahun 2019 sebesar Rp. 577,26 miliar. 

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved