Breaking News:

Sutarmidji Buka-Bukaan Kondisi Infrastruktur Kalbar 2 Tahun Menjabat Wajar Masyarakat Masih Mengeluh

Dari panjang ruas jalan 1.600 KM yang menjadi tanggungjawab provinsi tersebut masih 31 persen jalan tanah.

Penulis: Syahroni | Editor: Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalbar Sutarmidji buka-bukaan data terkait pembangunan infrastruktur khususnya akses penghubung yaitu jalan dan jembatan.

Kondisi infrasruktur di Kalbar dijelaskan Sutarmidji memang dalam dalam kondisi buruk, oleh karena itu ia fokus pada pembangunan infrastruktur.

Dua tahun kepemimpinannya ditegaskan Sutarmidji masih bergelut dengan pembangunan infrastruktur yang ada.

Ia menilai wajar hingga saat ini masyarakat masih mengeluhkan buruknya infrastruktur jalan dan jembatan yang ada di Kalbar.

Sebab kondisinya memang memprihatinkan dan masih banyak yang harus dikerjakan pemerintah guna memberikan infrastruktur yanf baik.

Midji menjelaskan  Pemprov Kalbar mempunyai jalan sekitar 1.500 sampai 1.600  kilometer.

Dari panjang ruas jalan 1.600 KM yang menjadi tanggungjawab provinsi tersebut masih 31 persen jalan tanah.

Sedangkan jalan dalam kondisi mantap baru 56 persen hingga hari ini dan sisanya dalam kondisi rusak, Selasa (14/7/2020).

Sehingga wajar ia menilai masyarakat mengeluhkan kondisi pembangunan jalan ada.

Dalam proses pembangunan menurutnya sangat penting data-data yang akurat dan transparansi.

Oleh karena itu ia selalu menekankan setiap pengambilan kebijakan harus berdasarkan data-data yang pasti dan ril.

"Selain 1.600 KM jalan Pemprov Kalbar juga mempunyai  1.215 jembatan yang harus di pelihara. Dari seluruhnya itu kita sebetulnya APBD provinsi kewalahan menanganinya," ucap Sutarmidji saat diwawancarai, Selasa (14/7/2020).

Kondisi jalan yang ada diperparah dengan tonase kendaraan yang melebihi kapasitas jalan.

Truk angkutan sawit perkebunan juga memperpawah kondisi yang ada.

Ia mencontohkan seperti ruas jalan Siduk Sukadana,  Sukadana Teluk Batang, Rasau Jaya Kubu Raya  jalan yang yang ada selalu di lalui  kendaraan yang bertonase dengan muatan besar di atas 10 ton.

Padahal jalannya hanya ukuran 4,5 meter dan daya dukungnya cuma 5-6 ton. 

Beban yang tidak sesuai kemampuan jalan membuat jalan jadi hancur.

"Ditambah lagi kesulitan kita dalam  memperlebar jalan menjadi 6-7 meter, karena masyarakat minta ganti untung ini masalah bagi kita," ucapnya.

Seperti di Bukit Mendereng Bengkayang, Midji menuturkan jalan harusnya di lebarkan menjadi 6 meter tapi masyarakat minta ada ganti untung.

Belum lagi di tambah beberapa jalan yang longsor.

"Kemudian jalan yang menggunakan beton kita selama ini menggunakan beton dengan K125 harusnya jalan provinsi itu sedah menggunakan K300 sampai K350 kekerasan beton sehingga bisa di lalui  di atas 10 ton," jelasnya.

Sehingga kedepan Midji menegaskan akan mengubahnya agar kekuatan jalan bisa sampai 10 ton.

Harganya memang mahal tapi tahan lama.

"Kemudian kita berupaya juga supaya kedepan ada jalan provinsi yang betul-betul menjadi urat nadi transportasi masyarakat dari kabupaten ke kabupaten lainnya. Kita akan kerjakan secara multiyears,"ungkap Midji.

Saat ini, Midji menerangkan banyak usulan dari kabupaten kota untuk melepaskan jalan yang menjadi tanggungjawab mereka kepada provinsi.

Ia tegaskan sebelum kalan provinsi selesai ditangani dan maka Pemprov Kalbar tidak akan mengambil alih ruas jalan yang menjadi tanggungjawab kabupaten kota.

"Selama ini banyak juga hibah kita  untuk menangani jalan-jalan yang sebetulnya jalan kabupaten. Prioritas tahun depan itu jalan-jalan provinsi, karena jika jalan provinsi rusak yang kena marah saya sebagai gubernur," kata Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini.

Midji ingin infrastruktur menjadi prioritas dalam program yang ada dan ini menjadi perhatian serius dalam masa kepemimpinannya.

Apabila infrastruktur daerah dalam kondisi mantap, maka efeknya sangat besar hingga mendongkrak aspek-aspek lainnya seperti perekonomian dan kemajuan daerah.

"Insyaallah  masa jabatan yang masih 3 tahun ini akan saya  gunakan semaksimal mungkin untuk membangun infrastruktur jembatan, jalan dan infrastruktur kesehatan serta pendidikan," katanya.

Saat ini pembangunan Kalbar memang masih pada jalur yang benar, hanya saja ada penggurangan anggaran khususnya Dana Alokasi Umum dari pemerintah pusat.

Selain penggunakan untuk Covid-19, DAU Kalbar juga berkurang  Rp68 milyar kemudian PAD berkurang sekitar Rp600 miliar.

Hal itu menyebabkan Kalbar kekurangan anggaran untuk pembangunan.

"Tapi mungkin ada beberapa cara yang kita lakukan, yang jelas semua itu akan kita lakukan transparan. Bahkan beberapa ruas jalan yang akan kita bangun kemudian yang lain lain. Kalau itu di jadikan proyek strategis provinsi saya sudah minta Korsugah KPK mendampingi,"jelas Midji.

Ia supaya semuanya jelas dan transparan, ia harap masyarakat memperhatikan ini. 

Kalbar punya 1.600-an Km jalan kemudian dengan 1.215 jembatan yang harus di pelihara.

Saat ini ia akui memang ada benerapa pekerjaan yang telat tender, pasalnya sejak Februari sampai Mei boleh di katakan tidak ada hal-hal yang di kerjakan akibat pandemi Covid-19. Baru sekaranglah mulai aktivitas.

Orang nomor satu di pemerintah Kalbar ini juga  meminta pada  Pokja, Biro Pengadaan Barang dan Jasa haris bekerja maksimal jangan  semuanya pada takut.

Inspektorat juga harusnya melakukan pendampingan dalam hal tertentu supaya nanti tidak ditemukan yang mengarah pada aparat penegak hukum.

Midji meminta semua jajaran kerja saja sesuai dengan aturan karena kalau kesalahan administratif itu biasa karena manusia yang kerja.

Tapi sepanjang tidak ada niat untuk melakukan hal yang merugikan negara maka jalan saja kerja.

"Insyaallah saya akan berupaya dan tidak akan membebani mereka yang berkerja di bidang tender. Saudara silahkan berkerja sebaik-baiknya. Ada hal hal yang berlu berhati-hati. Tapi hati-hati yang terlalu berlebihan menimbulkn hal yang merugikan sehingga titik pun bisa menjadi masalah," pesannya.

Sehingga banyak tender yang gagal, yang di pulangkan dan sebagainya karena berkerja dengan ketakutan.

"Kalau kita takut ini, takut itu maka tidak akan maju-maju. Jalani saja yang penting kita tidak melakukan seperti yang ada dalam pikiran orang-orang," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved