Pemda Landak Telah Salurkan Insentif untuk Tenaga Kesehatan Rp 6,2 Miliar
Demikian juga untuk insentif bagi Puskesmas, Pustu dan Polindes dan Rumah Sakit, Pemkab Landak sudah menganggarkan dana sebesar Rp 1,8 miliar.
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa mengatakan, pihaknya telah merealisasikan penyaluran insentif untuk tenaga kesehatan dalam menghadapi kasus COVID-19 di kabupaten dengan anggaran Rp 6,2 miliar.
"Untuk insentif bagi petugas kesehatan sebagai garda terdepan dalam menghadapi pasien COVID-19, sudah dicairkan semua dengan total anggaran Rp 6,2 miliar," kata Karolin di Ngabang pada Selasa (14/7/2020).
Demikian juga untuk insentif bagi Puskesmas, Pustu dan Polindes dan Rumah Sakit, Pemkab Landak sudah menganggarkan dana sebesar Rp 1,8 miliar.
Namun, untuk saat ini insentif tersebut baru disalurkan kepada semua Puskesmas, Pustu serta Polindes.
• PT Antam Serahkan Bantuan 500 Alat Rapid Test Kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sanggau
Sementara untuk Rumah Sakit akan disalurkan segera.
"Dana insentif untuk petugas kesehatan dan puskesmas serta rumah sakit ini kita anggarkan dari APBD Landak yang bisa dilakukan berkat realokasi anggaran untuk penanganan COVID-19."
"Namun, kita masih menunggu dana insentif dari pemerintah pusat, karena kita juga belum tahu apa kendalanya hingga dana ini belum dicairkan," tuturnya.
Dirinya berharap agar pemerintah pusat juga bisa segera mencarikan insentif untuk petugas kesehatan terkait penanganan COVID-19 di daerah, mengingat penanganan COVID-19 sudah berlangsung lebih dari tiga bulan.
"Untuk kelengkapan administrasi yang diminta pemerintah pusat sudah kita sampaikan, tapi sampai sekarang belum ada kabar."
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita segera mendapat kabar itu," katanya.
Dirinya berharap agar bantuan insentif yang bersumber dari APBD Landak untuk petugas kesehatan tersebut bisa bermanfaat dan digunakan sebaiknya oleh petugas kesehatan.
"Mereka selama ini sudah bertaruh dengan nyawa dalam menjalankan tugas."
"Wajar jika mereka mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan kita berharap agar tenaga kesehatan bisa bekerja lebih maksimal dengan insentif tambahan yang diberikan," kata Karolin.
Terkait dengan penanganan COVID-19 di kabupaten Landak, Karolin mengatakan saat ini memang terjadi penurunan yang sangat drastis dari jumalh masyarakat yang terkonfirmasi COVID-19.
Bahkan beberapa waktu lalu, Kabupaten Landak sempat menim kasus konfirmasi dan banyak masyarakat yang sudah sembuh.