Idul Adha 2020

Hukum Kurban Secara Online untuk Idul Adha Menurut Buya Yahya

Buya pun mengatakan boleh melakukan kurban secara online dengan catatan web atau situs kurban itu jelas.

THINKSTOCKPHOTOS
Ilustrasi hewan kurban 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kurban online saat ini menjadi satu di antara pilihan yang bisa digunakan.

Bahkan beberapa aplikasi, seperti e-commerce tertentu sudah menyediakan fitur pembayaran kurban.

Gambaran tentang sistem kurban online dimulai ketika seseorang  yang akan berkurban mentransfer sejumlah uang melalui penyedia layanan tertentu.

Uang itu nantinya akan dibelikan hewan kurban dan disembelih ditempat yang sudah ditentukan dengan mengatasnamakan pembayar kurban.

Namun, bagaimana hukum berkurban secara online ? Apakah itu melanggar ketentuan agama?

Dalam tayangan Youtube Al-Bahjah TV yang di unggah pada 13 Agustus 2017 lalu, Buya Yahya telah menjawab persoalan ini.

MUI Keluarkan Fatwa Panduan Tata Cara Sholat Idul Adha 2020 & Penyembelihan Kurban Idul Adha 1441 H

“Wahai Hamba Allah, urusan kurban khususnya, Anda harus benar-benar tahu orang yang menjalankan kurban itu harus ngerti syariat,” kata Buaya Yahya.

Buya mengatakan bahwa, jika seseorang itu tidak mengerti Fiqih kurban akan bermasalah.

Buya menjelaskan bahwa terlambat, terlewat atau belum memasuki waktu kurban, maka itu bukanlah termasuk ibadah kurban.

“Tidak memenuhi syarat pun tidak jadi kurban. Jadi ini harus dipelajari, jangan latah pakai online-online,” jelas Buya.

Halaman
12
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved