Kayong Utara dan Kapuas Hulu Zona Hijau Covid-19, Disdik Wacanakan Belajar Tatap Muka

Dari lima daerah tersebut, dua di antaranya telah berstatus zona hijau Covid-19, yakni Kapuas Hulu dan Kayong Utara.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Ilustrasi masuk sekolah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Dua daerah di Kalimantan Barat (Kalbar) sudah masuk zona hijau Covid-19, berdasarkan data terbaru Gugus Tugas Nasional.

Dua daerah tersebut, yakni Kabupaten Kayong Utara dan Kapuas Hulu.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kalbar, Harrison sebelumnya juga telah memastikan lima daerah tidak ada kasus positif Covid-19 lagi.

Dari lima daerah tersebut, dua di antaranya telah berstatus zona hijau Covid-19, yakni Kapuas Hulu dan Kayong Utara.

Sedangkan tiga daerah meskipun tidak ada lagi kasus positif Covid-19 masih berstatus zona kuning, yakni Ketapang, Melawi dan Sekadau.

Tanggal 13 Juli Masuk Sekolah PAUD/TK, SD, SMP dan SMA/SMK 2020/2021, Ini Penjelasan Kemendikbud

JADWAL Masuk Sekolah RA, MI, MTs dan MA Tahun Ajaran Baru 2020/2021, Ini Penjelasan Kemenag RI

Delapan daerah lainnya meskipun masih ada kasus Covid-19 juga berstatus zona kuning, yakni Kota Pontianak, Mempawah, Sintang, Ketapang, Kota Singkawang, Kubu Raya, Sambas dan Bengkayang.

Sementara, dua daerah berstatus zona oranye, yakni Kabupaten Sanggau dan Landak.

Dengan berstatus zona hijau, artinya Kabupaten Kayong Utara dan Kapuas Hulu berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) menteri sudah diperbolehkan melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dengan berbagai persyaratan.

Terkait hal itu Dinas Pendidikan (Disdik) Kayong Utara juga mewacanakan belajar tatap muka untuk jenjang SMP mulai tahun ajaran 2020/2021.

Hal ini diutarakan Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kayong Utara, Jam Jami saat dihubungi tribunpontianak.co.id.

Sementara untuk jenjang SD dan PAUD dipastikan masih mengikuti kebijakan belajar dari rumah, seperti sebelumnya.

"Iya masih sekadar wacana, untuk sementara kemungkinan SMP dulu," kata Jam Jami, pada Rabu (8/7/2020).

Meski begitu, Jam Jami mengatakan, sampai saat ini belum ada keputusan resmi terkait hal ini dari Pemerintah Daerah.

Wacana ini masih dalam tahap pembicaraan dengan bupati.

Dengan demikian, untuk sementara jenjang SMP kemungkinan juga masih akan mengikuti proses belajar dari rumah seperti sebelumnya saat hari pertama masuk tahun ajaran baru nanti.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved