Tribun Pontianak Wiki
Farida: Pendidikan Adalah Lapangan Perjuangan
Pendidikan bagi Farida adalah lapangan perjuangan, bukan tempat mencari penghidupan.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Farida Asy’ari merupakan dosen Pendidikan Agama di Politeknik Negeri Pontianak.
Ia menjadi satu diantara wanita yang sukses dalam berkarir dan mendidik anak.
Pendidikan bagi Farida adalah lapangan perjuangan, bukan tempat mencari penghidupan.
Berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas kata Farida adalah prinsip pendidikan.
Pendidikan terbesar di dunia adalah menyaksikan kesuksesan orang lain dan ikut bahagia karena menjadi bagian di dalamnya.
Pondasi utama bagi tegaknya sebuah peradaban adalah keluarga.
Farida mengatakan siapa yang mengabaikan keluarga, maka dia akan mengabaikan masyarakat.
• WIKI - PROFIL Dita Octari Mauludea, Putri Remaja Indonesia BVP 2019
Siapa mengabaikan masyarakat, maka dia berarti mengabaikan bangsa dan negara.
Keluarga adalah dasar yang sangat prinsip dalam rangka terciptanya sebuah masyarakat yang baik.
Ia memaparkan dalam literatur islam, keluarga bahkan sering disebut sebagai madrasah pertama.
Karena keluarga merupakan tempat pertama kali yang akan membentuk pribadi seseorang, baik buruknya seseorang sangat tergantung pada pendidikan pertama yang ia dapatkan dari keluarga.
Namun ada beberapa hal yang ia lakukan, diantaranya membuat jadwal kegiatan serta mengurutkannya berdasarkan skala prioritas.
Sebelum mengajar, ia membereskan rumah dan mempersiapkan anak-anaknya terlebih dahulu sebelum menuju kampus. Hal itu dilakukannya tiap hari saat hendak mengajar.
Profil
Nama: Farida Asyari, S. PdI, MHI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/farida-2.jpg)