Wagub Kalbar Sebut Program di Bidang Pendidikan Difokuskan untuk Tingkatkan IPM

Wagub Kalbar H. Ria Norsan mengatakan salah satu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah di bidang pendidikan.

TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, H Ria Norsan saat membuka acara webinar dengan tema "Peningkatan IPM Kalbar melalui Pendidikan Inklusi dan Multikultural di Ruang Audivisual Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (24/6/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, H Ria Norsan membuka acara webinar dengan tema Peningkatan IPM Kalbar melalui Pendidikan Inklusi dan Multikultural di Ruang Audivisual Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (24/6/2020).

Ia menjelaskan bahwa pendidikan inklusi adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan atau bakat istimewa.

Untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya.

Sedangkan Pendikan multikultural sebenarnya merupakan sikap peduli dan mau mengerti (difference) atau politik pengakuan terhadap orang-orang dari kelompok minoritas dan melihat masyarakat secara lebih luas.

Jalankan Putusan Mahkamah Agung, BPJS Kesehatan Beri Bantuan untuk Peserta JKN-KIS Kelas III

Wagub Kalbar H. Ria Norsan mengatakan salah satu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah di bidang pendidikan.

"Saat ini pendidikan kita di Kalbar tahun 2019 mencapai kemajuan sedang yakni 67,65 angka ini naik dari tahun 2018 yakni 66,98 . Kemudian angka rata-rata lama sekolah di Kalbar 7,92.:

"Artinya lama sekolah masyarakat Kalbar hanya setara kelas 1 SMP sampai 2 SMP dan inilah tantangan bagi Kalbar untuk mencapai angka harapan lama sekolah yakni 12,5," ujarnya.

Dikatakannya, penyebab dari anak-anak putus sekolah disebabkannya dengan salah satu masalah ekonomi karena orang tua tidak mampu, kemudian pernikahan.

"Dengan anak-anak putus pendidikan, maka tingkat pendidikan kita rendah dan berpengaruh pada IPM," ucapnya.

Lanjutnya mengatakan upaya yang sudah dilakukan Pemprov Kalbar dalam peningkatan mutu pendidikan atau peningkatan IPM di Kalbar misalnya menganggarkan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBD bahkan lebih dari pada 20 persen.

Kemudian memberikan biaya sekolah gratis di tingkat SMA/SMK supaya anak-anak kita setelah tamat SMP tidak ada lagi alasan tidak mampu untuk melanjutkan di tingkat SMA/SMK. 

"Mudah-mudahan dengan program kita menggratiskan biaya sekolah SMA/SMK dapat mendongkrak mutu pendidikan dan IPM di Kalbar," harapnya.

Dikatakannya Pemprov Kalbar akan membangun SMA/SMK di Kabupaten khususnya di daerah terpencil. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved