Virus Corona Masuk Kalbar
Ahli Epidemiologi, Malik Saepudin: Keterlanjuran Penerapan New Normal Saat Abnormal
Dikatakannya penerapan new normal tidak ada rekomendasi dari pemerintah pusat dan para pakar epidemiologi di wilayah setempat.
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Hal itu dikatakan Ahli Epidemiologi ini sudah menjadi fakta yang terjadi pada saat ini khususnya di semua wilayah perkotaan sebagai penyumbang kasus Covid-19 tertinggi di Provinsi Kalbar adalah Kota Pontianak.
Hal itu terjadi lantaran di Kota Pontianak terdapat sentral atau pusat perekonomian dan menjadi daya tarik manusia dari dalam maupun luar daerah.
Dari hal itu ada sebuah kekhawatiran.
Menurutnya apabila pelonggaran dan pembiayaran terjadi diperkotaan.
Sementara wilayah kabupaten sekitarnya telah membuka sektor lain, seperti pariwisata yang mengakibatkan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara dari zona merah berdatangan, belum lagi sekror perkantoran dan pendidikan jika dilonggarkan tanpa mempertimbnhakan kondisi Zona atau tingkat risiko.
"Tentu ke depan sangat menghawatirkan dan akan terjadi lonjakan kasus merata yang sama tingginya, bahkan klasterisasi kasus tidak bisa lagi dilakukan, akhirnya tak bisa dilakukan trecing, dan harus dilakukan pemeriksaan masal."
"Inipun jika pimpinan daerah punya kebijakan, karena dukungan Sumber Daya, baik sarana dan prasarana maupun SDM memadahi."
"Bagi daerah yang belum siap, maka akan menjadi permasalahan yang kompleks. Maka perlu duduk bersma antara gugus covid-19 provinsi dan kabupaten/kota bersama para ahli epidemiologi untuk dapat melakukan langkah yang setrategis, karena upaya proaktif lebih baik dari pada reaktif," pungkasnya. (*)
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/malik-saepudin-tim-covid-19.jpg)