Polemik Mundurnya Sujiwo, Pengamat: Ujung-ujungnya Kepentingan

Menurut saya, dengan hal ini PDI Perjuangan bisa memberikan semacam persyaratan atau teguran kepada Sujiwo.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Pengamat Politik Untan, Dr. Yulius Yohanes 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik Untan, Yulius Yohanes menilai jika polemik yang ada pada wacana pengunduran diri Sujiwo sebagai Wakil Bupati Kubu Raya tentu didasari karena kepentingan.

Partai, kata dia, mesti segera mengambil sikap tegas.

Padahal, menurut Yulius Yohanes, hal tersebut cukup diselesaikan saja secara internal dengan Bupati.

Berikut penuturannya:

Bupati dan Wakil Bupati mempunyai tupoksi masing-masing.

Kita harus kembalikan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) itu agar tidak terjadi overlap.

Kalau misalnya ada sesuatu yang dikehendaki, seharusnya dibangun komunikasi dengan keterbukaan sehingga tidak terjadi konflik yang berkepanjangan.

Terkait ketidaksingkronan wakil dan bupati harus diselesai secara internal.

Jika tidak, justru merugikan Kubu Raya itu sendiri.

Mundur dari Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo Sudah Sampaikan ke Bupati Muda Mahendrawan 

Merugikan itu berpotensi menimbulkan konflik ke masyarakat dan dirugikan pula pemerintah Kubu Raya.

Terkait hendak mundur, pertama ini strategi politik supaya ke depan bisa dapat dukungan dari PDI Perjuangan.

Kedua, ini juga strategi mungkin selama ini apa yang diusulkan Sujiwo terkait kegiatan, program-program dari masyarakat tidak masuk.

Ini aspek kepentingan politik saya lihat. Jadi memang, jika bicara politik tipis, bisa berubah last minute.

Ujung-ujungnya kepentingan.

Menurut saya, dengan hal ini PDI Perjuangan bisa memberikan semacam persyaratan atau teguran kepada Sujiwo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved