Amerika Serikat Vs China Terus Memanas, Pengusaha AS Eksodus dari Beijing, Indonesia Bukan Pilihan
Eksodus manufaktur sudah berlangsung lantaran ketidakpastian yang dipicu oleh perang dagang AS-China pada tahun 2019
Masa depan manufaktur Asia di luar Tiongkok akan bergantung pada kemampuan negara-negara di kawasan ini untuk bertahan dari krisis kesehatan.
"Setelah China ditutup pada awal tahun ini, mereka juga terjebak dalam lockdown," kata Mathieu Labasse, Chief Marketing Officer Qima, kepada The Epoch Times melalui surat elektronik.
• TUDUH CHINA Sabotase Pengembangan Vaksin Virus Corona, Amerika Serikat Klaim Kantongi Bukti
• CHINA Tantang Amerika Serikat Buktikan Tuduhan terkait Sabotase Pengembangan Vaksin Corona
Dia mengatakan, penguncian itu mempengaruhi produksi dan permintaan akibat penutupan pasar ekspor global.
“Kami melihat volume turun lebih dari 40% (yoy) pada bulan April dan Mei di Asia Tenggara, dan sebanyak 80% untuk Asia Selatan (India, Bangladesh, Pakistan),” kata Labasse.
Namun, perusahaan inspeksi percaya bahwa diversifikasi sumber daya akan meningkat ketika perdagangan global kembali berputar.
"Merek dan pengecer yang terkena badai kemungkinan akan merombak portofolio pemasok, yakni pabrik-pabrik yang berhasil selamat dari kuncian," kata laporan Qima.
Perlambatan permintaan global karena lockdown, terutama di Eropa dan Amerika Serikat, juga telah memukul pemasok China.
"Setelah naik singkat pada pertengahan Maret ketika pabrik-pabrik China dibuka kembali, volume kembali anjlok pada April dan Mei karena pasar ekspor ditutup," kata Labasse.
Qima mencatat penurunan 20% (yoy) dalam volume inspeksi di Tiongkok selama dua bulan terakhir.
Namun, gambarannya sangat berbeda untuk peralatan pelindung pribadi (APD), karena China adalah pemasok global yang dominan.
"Kami melihat masuknya volume inspeksi masker besar-besaran, terutama mulai pertengahan Mei," kata Labasse.
Dalam dua dekade terakhir, Tiongkok telah menjadi pemasok global yang penting.
Menurut PBB, China menyumbang hampir 20% dari perdagangan global dalam produk-produk setengah jadi, naik signifikan dari tahun 2002 sebesar 4%.
• Virus Corona Diduga Menyebar di China Sejak Agustus 2019, Peneliti Amerika Ungkap Buktinya
Sebagian besar perusahaan besar AS besar telah berinvestasi dalam fasilitas dan sumber daya manusia di China untuk mendapatkan akses ke pasar Tiongkok.
Mereka juga telah menyerahkan kekayaan intelektualnya sebagai harga yang dibayar untuk masuk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/china-sindir-amerika-serikat-soal-wabah-corona-lewat-film-animasi.jpg)