Kasus Menarik dari 2 Pasien Covid-19 Indonesia Asal Tanggerang, Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Penjelasan
Hanya berselang 5 hari, sudah dinyatakan sembuh melalui test swab dari pihak rumah sakit singgah yang menangani covid-19
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pasien positif covid-19 Indonesia asal Tanggerang memiliki riwayat penyembuhan tercepat dalam perawatannya dari positif hingga sembuh.
Hanya berselang 5 hari, sudah dinyatakan sembuh melalui test swab dari pihak rumah sakit singgah yang menangani covid-19.
Ini merupakan record terbaik dalam sejarah penyembuhan covid-19, khususnya di Indonesia sendiri, karena menjadi waktu tercepat dalam penyembuhan.
Pasien dua orang yang merupakan kakak beradik ini langsung dipebolehkan pulang rumah sakit setelah mengetahui hasilnya pemeriksaan menunjukkan kesembuhan.
• Hasil Rapid Test 20 ASN di Kapuas Hulu Reaktif, Miliki Riwayat Kontak dengan Pasien Positif
Seperti yang diwartakan Wartakotalive ada dua orang kakak beradik yang akhirnya dinyatakan sembuh dari corona.
Dua orang itu berasal dari Tangerang.
Keduanya sempat jalani serangkaian perawatan di Rumah Sakit Singgah Covid-19 Griya Anabatic Pemkab Tangerang.
Lima hari jalani perawatan, AR dan RP dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.
"Mereka masuk dengan hasil swab sebelumnya positif tetapi hari ini kita pulangkan berati hanya membutuhkan waktu 5 hari untuk penyembuhannya," ujar Panji Utomo selaku Ketua Tim Relawan Covid-19 Griya Anabatic Kabupaten Tangerang.
Sejak awal Juni lalu setidaknya ada 6 pasien positif corona di rumah singgah tersebut, termasuk dua pasien kakak beradik itu.
Lima hari dirawat dan dilakukan tes swab, kakak beradik ini akhirnya negatif corona.
"Kasus menarik di antara mereka ada yang sembuh hanya butuh waktu perawatan 5 hari. Selama kita di Griya Anabatic dari bulan April tidak pernah mendapatkan pasien yang sebelumnya positif lalu dalam waktu 5 hari mereka langsung mendapatkan Swab negatif sebanyak dua kali," ucapnya.
Menurut Panji Utomo ini menjadi bukti bahwa imunitas sangat menentukan kesembuhan pasien.
Faktor stres dan umur juga jadi masalah utamanya.
Tidak adanya penyakit penyerta juga jadi faktor penting untuk menghadapi virus Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ngeri-anak-sma-ternyata-paling-banyak-kena-virus-corona-covid-19-terpapar-tapi-seperti-sehat.jpg)