LAWAN Kebijakan Diskriminatif Uni Eropa Atas Sawit, Indonesia Ajukan Panel ke WTO soal Sengketa CPO

Indonesia melawan kebijakan Uni Eropa atas sawit yang dinilai diskriminatif sehingga berpotensi merugikan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Ilustrasi - Petani Sawit Sedang Mengumpulkan Tandan Buah Segar (TBS), di Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Indonesia siap melawan Uni Eropa perihal sengketa CPO.

Indonesia juga telah menyiapkan pengajuan panel ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait persoalan ini.

Panel tersebut ditujukan atas gugatan Indonesia ke Uni Eropa (EU) terkait dengan kebijakan diskriminatif terhadap sawit Indonesia.

Kebijakan tersebut dinilai berpotensi merugikan Indonesia.

"Indonesia sudah siap dengan dokumen filing request untuk pembentukan panel," ujar Direktur Pengamanan Perdagangan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Pradnyawati kepada Kontan.co.id, Minggu (7/6/2020).

Hambatan Baru, 2020 Penyuplai CPO Harus Miliki Sertifikat RSPO

PROTES KERAS Indonesia dan Malaysia, WHO Hapus Kampanye Menyesatkan tentang Minyak Sawit dan Kelapa

Indonesia Lepas Ekspor CPO ke Malaysia Sebanyak 1.417 Ton

Sebelumnya Indonesia mengajukan gugatan untuk rencana pemberlakuan kebijakan RED II oleh Uni Eropa (EU) dan Delegated Regulation (DR).

Kebijakan tersebut dianggap merugikan bagi Indonesia.

Pasalnya penerapan kebijakan tersebut melarang penggunaan minyak sawit sebagai bahan dasar biofuel.

Hal dilakukan berdasarkan status risiko tinggi perubahan penggunaan lahan tidak langsung pada minyak kelapa sawit yang ditetapkan EU.

Pemberlakuan kebijakan tersebut dinilai dapat menurunkan ekspor minyak sawit Indonesia ke EU. Pengajuan panel akan dilakukan menunggu operasional kembali WTO.

Halaman
12
Editor: Haryanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved