PROTES KERAS Indonesia dan Malaysia, WHO Hapus Kampanye Menyesatkan tentang Minyak Sawit dan Kelapa

WHO akhirnya merevisi himbauannya yang menyesatkan terkait sawit yang tertuang dalam infografis berjudul "Nutrition Advice for Adults During Covid-19"

Kompas.com
Ilustrasi - PROTES KERAS Indonesia dan Malaysia, WHO Hapus Kampanye Menyesatkan tentang Minyak Sawit dan Kelapa 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Indonesia dan Malaysia sempat memprotes keras kampanye imbauan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) perihal minyak sawit dan minyak kelapa.

WHO akhirnya merespons protes yang disampaikan dua negara jiran di Asia Tengara tersebut.

WHO akhirnya merevisi himbauannya yang menyesatkan terkait sawit yang tertuang dalam infografis yang berjudul "Nutrition Advice for Adults During Covid-19.

Inforgras tersebut diterbitkan oleh Kantor Regional WHO Mediterania Timur, edisi 7 Mei 2020 lalu.

Dalam infografis itu, WHO menganjurkan kepada masyarakat khususnya orang dewasa untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung saturated fats (lemak jenuh) seperti minyak sawit dan minyak kelapa.

Diduga Tercemar Limbah Pabrik Sawit, Air Sungai Kapuas di Desa Sungai Deras Menghitam Warga Resah

Namun kini, WHO regional Mediterania Timur telah menghapuskan informasi yang mencantumkan "do not eat saturated fats" atau tidak mengonsumsi makanan dari minyak sawit dengan kata "eat less saturated fats".

Perbaikan himbauan itu dilakukan setelah pemerintah Indonesia dan Malaysia bersama para pemangku kepentingan industri sawit melakukan protes keras terhadap WHO.

Kampanye menyesatkan itu, bukan yang pertama kali.

Bupati Sanggau, Paolus Hadi menghadiri penanaman perdana peremajaan sawit rakyat (PSR) di KUD Sinar Mulya, Penyeladi Hidir, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Senin (27/1/2020).
Bupati Sanggau, Paolus Hadi menghadiri penanaman perdana peremajaan sawit rakyat (PSR) di KUD Sinar Mulya, Penyeladi Hidir, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Senin (27/1/2020). (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Diskominfo Sanggau.)

Dalam buletin resmi yang dirilis Januari 2019 bertajuk “The Palm Oil Industry and Noncommunicable Disesae” WHO bahkan menyetarakan industri  sawit dengan industri tembakau dan alkohol karena memberikan dampak negatif kepada manusia dan kesehatan di bumi.

Hanya saja hingga kini WHO tidak pernah meralat pernyataannya.

Halaman
123
Editor: Haryanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved