Kampanye Hitam Kelapa Sawit Mereda, Harga CPO Merangkak Naik

harga CPO dalam kontrak pengiriman April 2019 berada di level RM 2.306 per metrik ton. Angka ini naik 0,30 persen dari perdagangan Jumat

Kampanye Hitam Kelapa Sawit Mereda, Harga CPO Merangkak Naik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Asian saat mengumpulkan Tandan Buah segar (TBS) kelapa sawit, di Dusun Sebua, Desa Amboyo, Kabupaten Landak, Kamis (31/1/2019). 

Kampanye Hitam Kelapa Sawit Mereda, Harga CPO Merangkak Naik

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID JAKARTA- Harga crude palm oil (CPO) mulai menguat. Mengutip Bloomberg pada Senin (4/2/2019) pukul 13.20 WIB harga CPO dalam kontrak pengiriman April 2019 berada di level RM 2.306 per metrik ton. Angka ini naik 0,30 persen dari perdagangan Jumat lalu di RM 2.299 per metrik ton.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menilai kampanye hitam CPO disinyalir akan mereda. Ibrahim menilai, dengan adanya indikasi perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang akan usai, kemungkinan kampanye hitam CPO dapat terklarifikasi.

Menurut dia, negara eksportir CPO tengah membicarakan keberlangsungan nasib minyak kelapa sawit. Tahun lalu kampanye hitam menerpa CPO. Pasalnya Uni Eropa (UE) menebarkan isu kalau lahan CPO di Indonesia dan Malaysia merupakan lahan ilegal. Ini membuat harga CPO terkoreksi pada tahun lalu.

India, Korea, Jepang, dan China adalah sejumlah negara yang menggunakan CPO. Namun, negara-negara barat seperti Eropa dan AS belum banyak menggunakan minyak nabati ini. Amerika Latin misalnya yang menggunakan minyak kedelai, Meksiko dengan minyak babi, dan Eropa Timur dengan minyak yang berasal dari bunga-buangan.

Baca: TERPOPULER- Reaksi 94 dan 95 Liner BTS di GDA 2019, SNMPTN 2019, Hingga Kisah 24 Pelajar Bengkayang

Baca: HUT ke 11 Hotel Orchardz Gajahmada Pontianak, Tribun Pontianak Serahkan Kue Ulang Tahun

Baca: Hanya Rp 20 Ribuan Bisa Dapat 4 Gb, Ini Cara Aktivasi Paket Spesial Imlek Telkomsel Gong Xi Fa Chai

Jika CPO masuk pasar sana maka akan mengancam permintaan minyak olahan Amerika Latin dan Eropa Timur. “Alasannya karena ketakutan terhadap monopoli oleh CPO,” kata Ibrahim kepada Kontan.co.id.

Asal tahu saja sejak akhir tahun lalu sejumlah negara importir CPO memasuk musim dingin. Tapi, kebutuhan bulan ini sudah dikumpulkan semenjak tahun lalu. Sehingga tidak sepenuhnya memengaruhi kebutuhan CPO saat ini.

Ibrahim memprediksi harga CPO pada perdagangan Rabu (6/2) akan bergerak di RM 2.300-RM 2.317 per metrik ton. “Masih dalam rangka libur Imlek jadi belum ada permintaan dari China,” kata Ibrahim.

Artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul https://investasi.kontan.co.id/news/harga-cpo-menguat-tipis-ke-atas-rm-2300-per-metrik-ton

Yuk follow instagram Tribun Pontianak

Penulis: Maskartini
Editor: Maskartini
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved