Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar Pasok 11.5 Ton Cabai dari Jawa

Ia menjelaskan dari sebelum lebaran dan sesudah lebaran dengan pantauan harga Rp 45 ribu sampai Rp 75 ribu sampai 3 Juni 2020

Penulis: Anggita Putri | Editor: Zulkifli
TRIBUN PONTIANAK/Anggita Putri
Kepala Dinas Pangan peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Munsif saat memeriksa kedatangam cabai dari daerah Jawa ke Kalbar, Kamis (4/6/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat mendatangkan sebanyak 11.5 Ton Cabai dari daerah Jawa ke Kalbar, Kamis (4/6/2020).

Kepala Dinas Pangan peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Munsif menyampaikan bahwa, kedatangan cabai kali ini audah pada tahap 3 dalam rangka stabilitas harga pangan khususnya cabai .

Ia menjelaskan dari sebelum lebaran dan sesudah lebaran dengan pantauan harga Rp 45 ribu sampai Rp 75 ribu sampai 3 Juni 2020.

“Namun untuk harga cabai ini setiap hari berubah.

Itulah disebut harga bergejolak,” ujarnya Kepada Tribun Pontianak, Jumat (5/6/2020).

Gubernur Sutarmidji Sebut Aturan Pemerintah Pusat Pagi, Siang, Malam Berubah Buat Daerah Babak Belur

15 Pasien Covid-19 Sembuh di Kalbar, Ini Penuturan Kadinkes Harisson

Sebelumnya Dinas PPKH Kalbar sudah mendatangkan cabai tahap 1 dan 2 dengan total 10 ton.

Lalu pada tahap 3 mendatangkan 11.5 ton cabai .

“Kita inginkan untuk harga di lapak paling tinggi berkisar sekitar Rp 23 ribu dan mungkin di beberapa kabupaten kota boleh dengan harga Rp 25 ribu ,” ujarnya.

Ia mengatakan untuk pengiriman cabai ke Kalbar dari Daerah Jawa mendapat subsidi angkutan dari pihak Kementrian.

Hal tersebut untuk membantu menekan harga jual agar tidak terlau tinggi dan juga untuk membantu para Petani di Jawa yang hasil panen cabainya melimpah tapi pembelinya tidak banyak seperti biasanya.

“Cabai ini akan di distribusikan terutama ke pasar Flamboyan karena distulah episentrum pusat pasokan barang yang datang dari luar.

Lalu baru diambil oleh pedagang lain untuk di distribusikan lagi ke daerah - daerah,” jelasnya.

Gereja Katolik Resmi Dibuka Kembali, Keuskupan Agung Pontianak Keluarkan Surat Edaran

Jadwal Gerhana Bulan Penumbra Malam Ini Jam Berapa ? Ini Penjelasan BMKG & Ahli Ilmu Astronomi Islam

Ia mengatakan bahwa posisi apabila di Pasar Flamboyan harga stabil tentu indikator inflasi bagus.

Jadi dari Flamboyan baru bergerak ke kabupaten lain .

“Pasokan cabai akan kita fokuskan ke Kota Pontianak, Singkawang dan Sintang karena merupakan kota yang di ukur perkembangan inflasi, termasuk cabe kalau bergejolak inflasi akan di sumbang oleh cabai juga,”jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved