Wabah Virus Corona

Penderita Diabetes dan Hipertensi Harus Hati-hati Terhadap Covid-19

"Kalau kita memilih salah satu, seperti makan buah simalakama. Dimakan bapak mati, enggak dimakan ibu mati," kata dia.

Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sebagian kasus kematian akibat Covid-19 terjadi karena pasien memiliki riwayat penyerta.

Hal itu disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Menurutnya, khusus di Jawa Timur, penyakit penyerta yang paling tinggi adalah diabetes, kemudian hipertensi.

Ia pun meminta agar jenis penyakit penyerta itu dipelajari, kemudian diinformasikan ke masyarakat agar berhati-hati.

Berdasarkan data Pemkot Surabaya, sebanyak 226 kasus kematian akibat Covid-19 memiliki riwayat penyakit penyerta.

PLN Listrik Gratis Klaim Token di www.stimulus.pln.co.id dan WhatsApp 08122-123-123

"Makanya, yang memiliki diabetes harus diingatkan agar berhati-hati," kata Doni, di Balai Kota Surabaya, Selasa (2/6/2020).

Doni menuturkan, langkah mitigasi atau pencegahan juga harus dilakukan agar semakin sedikit masyarakat yang terpapar Covid-19.

Kemudian, langkah sosialisasi yang masif ke masyarakat juga perlu disampaikan.

Menurut Doni, kalau tidak diikuti dengan penjelasan yang maksimal, maka warga akan merasa aman-aman saja.

Apalagi, di beberapa daerah di luar Jawa sudah ada pembukaan menuju masyarakat yang produktif dan konstruktif.

"Selama kasus Covid-19 berada di tengah masyarakat, kita tak boleh lengah. Penerapan protokol kesehatan harga mati. Kalau kita abaikan, tak disiplin dan tak menggunakan masker, tak menjaga jarak dan tak rajin cuci tangan, tentu akan membahayakan. Apalagi bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta," ujar dia.

Doni menjelaskan, ada tiga sumber penularan Covid-19, yakni melalui mata, hidung dan mulut.

Untuk itu, ia meminta untuk sesering mungkin cuci tangan dan selalu menggunakan masker, karena seringkali tak sadar menyentuh barang, sehingga seseorang menjadi terpapar.

"Kebiasaan bersin dengan tak menutup mulut menimbulkan ancaman bagi lainnya," ujar dia.

Doni Monardo menegaskan, Presiden Joko Widodo telah memikirkan bagaimana agar masyarakat aman dari Covid-19 ini, namun kegiatan produktif tetap bisa dilaksanakan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved