Kemenag Batalkan Ibadah Haji, 2.519 CJH Kalbar Gagal Berangkat
Ibrahim berharap, jika 2020 tak bisa berangkat, maka pada 2021 mereka bisa menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 2.519 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kalbar gagal menunaikan ibadah haji di Tanah Suci 2020 ini.
Pemerintah RI melalui Menteri Agama, Fachrul Razi mengumumkan pembatalan musim haji 2020 akibat pandemi Covid-19 dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Selasa (2/6/2020).
Pembatalan ini membuat sedih CJH asal Kalbar yang sudah mempersiapkan diri sejak awal. Ibrahim, satu di antara CJH asal Kapuas Hulu merasa sedih tidak jadi berangkat ke Tanah Suci 2020 ini.
"Tapi apa boleh buat, karena ada wabah Covid-19, ikuti saja keputusan itu," ujar Ibrahim kepada Tribun, kemarin.
Ibrahim berharap, jika 2020 tak bisa berangkat, maka pada 2021 mereka bisa menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. "Semoga wabah Covid-19 segera berakhir," ungkapnya.
Calon jamaah lainnya asal Kabupaten Sekadau, Haini (54), juga mengaku ikhlas menerima keputusan pemerintah.
"Pastinya sedih, karena impian untuk ibadah haji tahun ini batal. Tetapi karena ini kehendak Allah, dengan ditunda ke tahun depan. Mau tidak mau kami harus berlapang dada, menerima dengan ikhlas," kata Haini saat ditemui di rumahnya.
Menurutnya, keputusan yang diambil pemerintah sudah tepat dan pastinya keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan banyak aspek. Termasuk keamanan bagi jemaah haji yang melaksanakan ibadah.
Terlebih saat ini pandemi Covid-19 masih belum dapat teratasi sepenuhnya, baik di Tanah Air maupun di mancanegara.
"Kita tahu haji itu kan ramai, berkerumun. Nanti seandainya salah satu ada yang terinfeksi, pasti dengan cepat menyebar," ungkapnya.
Haini bersyukur pemerintahan dapat mengambil keputusan dengan cepat. Karena selama ini yang ditunggu-tunggu para calon jemaah haji adalah keputusan dari pemerintah. Apakah akan tetap berlangsung atau dibatalkan, dan ditunda di tahun 2021.
Ia pun berharap di tahun berikutnya masih diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji.
Karena dirinya sudah menunggu selama 7 tahun, dan hingga saat ini semua keperluan sudah dipersiapkan dengan sebaik mungkin.
"Semoga tahun depan dapat terlaksana. Pemerintah dapat mengambil jalan atau solusi bagi pelaksanaan ibadah haji di tahun depan. Seperti pengadaan vaksin, sebelum berangkat dulu antisipasi supaya tidak tertular penyakit, terutama penyakit virus Corona," harapnya.
Wanita yang berprofesi sebagai guru di SMPN 1 Sekadau itu juga berharap dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2021, dapat menjadi yang pertama diberangkatkan dari Masjid Agung Sekadau, yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/link-live-streaming-sidang-isbat-penetapan-1-ramadhan-1441-h-menteri-agama-fachrul-razi.jpg)