Virus Corona Masuk Kalbar

Kunker ke Perbatasan, Bupati Jarot Beri Pemahaman Warga Soal Rapid Test

Menurut Jarot, apabila orang yang sudah dinyatakan terpapar corona, diisolasi dan diobati pada hari ke-12 tidak menularkan lagi.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Anwar
Bupati Sintang, Jarot Winarno 

"Jadi tidak perlu juga takut dengan corona, karena kalau ada yang terpapar cepat diambil tindakan melalui isolasi dan perawatan pengobatan."

"Kalau ada warga kita yang kena corona, sudah diobati kalau dia pulang, jangan lalu di usir-usir."

"Apalagi kalau ada yang rapid test reaktif, udah macam-macam di stigma tu, itu yang perlu saya sampaikan agar masyarakat nda terlalu takut,” jelasnya.

Tim gugus tugas Kecamatan Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah dinilai Jarot sudah cukup bagus, karena masyarakat secara ketat menjaga desa atau kampungnya masing-masing.

Ia pun meminta jika ada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang dari Malaysia melalui perbatasan Ketungau Hulu, tim gugus tugas setempat segera membawanya ke sintang untuk di lakukan penanganan sesuai protokol kesehatan covid-19.

“Saya sudah standby kan mobil satu di sini untuk gugus tugas kecamatan, tibanya di Sintang nanti, karena dia dari daerah yang sudah ada corona, kita rapid test kalau hasilnya reaktif kita langsung isolasi di Sintang, kalau hasilnya non reaktif kita pulangkan ke tempat asalnya," tukasnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianaka

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved