Virus Corona Masuk Kalbar
Kapolresta Pontianak Kombes Komarudin Beberkan Ancaman Serius di Era New Normal Wabah Covid-19
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr Harisson MKes menyampaikan bahwa ada penambahan 7 kasus Konfirmasi Covid-19 di Kalbar.
Masker Gaya Hidup
Bupati Sintang, Jarot Winarno juga menyinggung terkait new normal. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan virus corona tidak bisa hilang dalam waktu singkat.
Oleh sebab itu, pemerintah bakal menerapkan new normal atau tatanan hidup baru, jika kasus Covid-19 turun.
“Pesan Presiden, bahwa corona ini seperti layaknya pandemi yang lain, jadi akan selalu ada, nantinya akan muncul new normal atau normal yang baru, sehingga kita haruslah hidup berdamai dengan corona,” kata Bupati Sintang, Jarot Winarno.
New normal merupakan skenario untuk mempercepat penanganan Covid 19 dalam aspek kesehatan dan sosio ekonomi dan juga perubahan perilaku menjalankan aktivitas normal dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan.
Menurut Jarot, maksud Presiden ‘Berdamai dengan Corona’ tersebut bukan berarti pemerintah mengalah mengatasi corona.
“Presiden menyampaikan dengan situasi seperti ini karena corona akan lama, maka kita harus berkawan dengan corona, ini yang kemudian dimultitafsirkan presiden disebut sudah menyerah, ada upaya melencengkan imunitas kelompok biar semuanya dianggap kebal kena corona semua. Padahal maksud presiden adalah, dengan situasi corona yang akan ada terus ada meskipun pandemi sudah selesai. Jadi presiden menegaskan akan tumbuh namanya new normal," bebernya.
Dengan adanya new normal tersebut, nantinya semua gaya hidup masyarakat akan menjadi berubah dalam menghadapi situasi corona tersebut.
Bahkan, menggunakan masker akan menjadi gaya hidup ke depannya.
• GEMPA Hari Ini Kamis 28 Mei Sore, Guncangan M 4,3 di Lombok Terasa hingga Mataram dan Karangasem
“Tetap ada perubahan dari kehidupan kita, nantinya menggunakan masker menjadi salah satu gaya hidup, selain untuk mencegah Covid-19, masker juga mencegah penyakit lainnya, kemudian mencuci tangan sebelum masuk rumah, masuk kantor, ikut pertemuan, nanti tempat cuci tangan tersebut menjadi salah satu interior desain yang bagus depan rumah, kemudian kehidupan kita akan tetap jaga jarak, segala pertemuan banyak orang akan dikurangi, itu yang disebut dengan hidup berdamai dengan Covid-19," ujarnya.
Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr Harisson MKes menyampaikan bahwa ada penambahan 7 kasus Konfirmasi Covid-19 di Kalbar.
Ia mengatakan, 7 kasus konfirmasi Covid-19 terbaru ini hasil dari Laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengedalian Penyakit Jakarta Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) dan Laboratorium Untan.
“Jadi 7 konfrimasi Covid-19 terbaru di Kalbar terdiri dari 5 orang di Kota Pontianak, 1 orang di Sekadau. Namun bekerja di Kota Pontianak dan 1 orang di Kubu Raya,” ujar Kadiskes Kalbar, Rabu.
Ia menyampaikan bahwa 1 kasus konfrimasi Covid-19 terbaru satu orang dari Kubu Raya adalah pasien PDP disalah satu rumah sakit di Kota Pontianak. (*)