Idul Fitri 2020

Bacaan Takbir Lengkap dan Bacaan Singkat | Bagaimana Hukum Menghidupkan Malam Idul Fitri?

Umat Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia kini menyambut datangnya hari raya Idul Fitri, setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa.

Editor: Marlen Sitinjak
GRAFIS TRIBUN PONTIANAK/ENRO
Bacaan Takbir Singkat dan Bacaan Lengkap | Bagaimana Hukum Menghidupkan Malam Idul Fitri? 

TRIBUPONTIANAK.CO.ID - Umat Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia kini menyambut datangnya hari raya Idul Fitri, setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa.

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, Idul Fitri kali ini diperingati secara sederhana tanpa ada perayaan atau takbiran keliling.

Pasalnya, acara-acara yang berpotensi mengundang kerumunan massa ditiadakan guna memutus laju penyebaran virus corona di Indonesia.

Kendati demikian, umat Islam tak perlu khawatir tak bisa menghidupkan malam Idul Fitri. Sebab, hal itu bisa dilakukan di mana pun, termasuk di rumah.

UPDATE Kumpulan Ucapan Lebaran Idul Fitri 1441 H, Cocok Share WA IG FB Twitter dan Kerabat Terdekat

Lantas, bagaimana hukum menghidupkan malam Idul Fitri?

Dalam laman resminya, Lembaga Fatwa Mesir mengatakan, disunahkan bagi umat Islam untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan berbagai kegiatan ibadah.

Kegiatan ibadah yang bisa dilakukan adalah zikir, shalat, membaca Al Quran, membaca takbir, tasbih, istighfar, dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Hal itu didasarkan atas hadis berikut:

"Barangsiapa yang qiyamul lail (menghidupkan malam) pada dua malam hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) karena Allah demi mengharap ridha-Nya, maka hatinya tidak akan mati pada hari di mana hati manusia menjadi mati," (HR As-Syafi’i dan Ibn Majah).

Ilustrasi Hari Raya Idul Fitri.
Ilustrasi Hari Raya Idul Fitri. (GRAFIS TRIBUN PONTIANAK/ENRO)

Sibuk Cintai Urusan Dunia

Para ulama menafsiri 'matinya hati' dengan seseorang yang sibuk mencintai urusan dunia.

Beberapa ulama lain ada yang menafsirinya dengan kafir.

Terkait ibadah dalam menghidupkan malam Idul Fitri, para ulama salaf berpandapat bahwa dalam ukuran minimalis berupa shalat Isya dan Subuh secara berjemaah.

Meski memiliki kualitas dhaif, hadis tersebut boleh digunakan untuk mendorong orang agar bersemangat dalam beribadah.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved