Breaking News:

Dugaan Tipikor Suryadman Gidot

Terbukti Korupsi, Aleksius Terima Vonis Majelis Hakim 4 Tahun dan Denda Rp 200 Juta

Putusan majelis hakim lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum, jaksa sebelumnya menuntut Aleksius 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Aleksius, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang di vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta karena dinilai oleh majelis hakim terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, Selasa (19/5/2020).

Putusan majelis hakim lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum, dimana jaksa sebelumnya menuntut Aleksius 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

Aleksius terjerat kasus suap yang melibatkan Suryadman Gidot Bupati Bengkayang Non Aktif, dimana Aleksius menerima perintah dari Gidot untuk mengumpulkan uang dari sejumlah kontraktor dengan konsep fee pelaksanaan proyek penunjukkan langsung.

Putusan persidangan terhadap Aleksius dibacakan langsung oleh Ketua Majelis Hakim Dr. H. Priyatno Iman Santosa. SH, MH, yang didampingi oleh Mardiantos, SH, MKn, dan Edward Samosir, SH, MH yang berlaku sebagai hakim anggota di ruang Sidang Cakra, Pengadilan Negeri Pontianak dengan sistem Video Conference.

Polantas Bengkayang Tegur Pengendara Motor Tak Gunakan Helm SNI

Atas vonis terhadap dirinya, Aleksius menyampaikan bahwa dirinya menerima putusan tersebut, dan tidak akan melakukan banding.

"Saya secara pribadi menerima atas keputusan majelis hakim, dan saya berterima kasih kepada majelis hakim yang telah memimpin jalannya proses persidangan selama ini, " ujarnya melalui Vidio Conference dari Rutan Kelas 2 A Pontianak.

Pada kesempatan ini, Aleksius juga menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat Kalbar khususnya Kabupaten Bengkayang atas perbuatannya.

"Saya mengucapkan permohonan maaf kepada pemerintah atas perbuatan saya karena saya sudah diputus bersalah, sehingga secara moral justice mempengaruhi kepercayaan publik terhadap pemerintah, sekali lagi saya mohon maaf kepada pemerintah, dan masyarakat Kalbar khususnya masyarakat kabupaten Bengkayang," tutupnya. (*)

Penulis: Ferryanto
Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved