Breaking News:

Mantan Bupati Bengkayang Suryadman Gidot Divonis 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 200 Juta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Suryadman Gidot dan enam orang lainnya sebagai tersangka pada Rabu (4/9/2019).

TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Mantan Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot usai menjalani persidangan terkait kasus Tipikor yang menjeratnya, di Pengadilan Negeri Tipikor Pontianak, Jalan Uray Bawadi, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (10/3/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Mantan Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot divonis 5 Tahun penjara dan denda Rp 200 Juta dengan subsider 1 bulan.

Vonis untuk Suryadman Gidot dibacakan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (19/5/2020).

Dalam putusan itu, majelis hakim meyakini Gidot telah terbukti secara sah menerima suap dari mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkayang, Aleksius.

Atas perbuatan tersebut, Gidot diyakini melanggar Pasal 12A Undang-Undang tentang Tindak Pidana Korupsi.

Pesan Warga Pontianak yang Sembuh dari Corona Covid-19: Jangan Sampai Kalian Masuk Ruang Isolasi

Majelis hakim juga menolak pembelaan pengacara yang menyebut perbuatan tersebut merupakan diskresi dan tidak dapat dipidana.

Sebagaimana diketahui, vonis ini lebih rendah jika dibandingkan tuntutan jaksa 6 tahun penjara, denda Rp 200 juta dan subsider 1 bulan kurungan.

Saat ditanya usai sidang, Gidot mengatakan, bakal mempertimbangkan untuk mengajukan banding.

"Kita masih mau pikir-pikir (apakah banding atau tidak) dengan keputusan ini," kata Gidot.

Jejak Kasus

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Suryadman Gidot dan enam orang lainnya sebagai tersangka pada Rabu (4/9/2019).

Halaman
12
Editor: Nasaruddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved