PANTANG ! Pasien Sembuh Virus Corona Covid-19 Tak Boleh Berhubungan Intim dan Ciuman Sebulan
Kendati masih diragukan apakah penyakit ini bisa menular secara seksual, namun lebih aman jika siapa pun mengambil langkah pencegahan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Hubungan suami istri atau berhubungan seks menjadi satu di antara hal 'tabu' alias pantangan yang tak boleh dikerjakan bagi pasien sembuh Covid-19.
Ada alasan kenapa seseorang yang pernah terinfeksi Covid-19 dan sudah sembuh, dianjurkan untuk tak melakukan hubungan seksual terlebih dahulu.
Sekurang-kurangnya dalam tempo satu bulan sejak dinyatakan sembuh.
Dapat difahami secara humanis bila pasien yang telah sembuh dari virus Corona sangat mungkin ingin segera kembali ke tengah keluarganya dan merindukan sesi bercinta.
• KETAKUTAN yang Menyelamatkan, Vietnam Kini Paling Sukses Tangani Virus Corona Covid-19 | 0 Kematian
Namun, ternyata penyintas Covid-19 perlu menunggu hingga 30 hari alias satu bulan, sebelum bisa berhubungan intim lagi.
Dikutip dari TribunnewsWiki yang melansir Kompas.com, bahkan bentuk kasih sayang lainnya dengan berciuman pun tak boleh dilakukan dalam tempo waktu tersebut.
Peringatan tersebut muncul berdasarkan sebuah penelitian di China menemukan, tidak hanya saliva (air liur), namun sperma juga berpotensi membawa virus.
Dikutip dari Kompas.com, studi yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association (JAMA) mengambil sejumlah sampel sperma dari 38 pasien pria di Provinsi Henan.
• NGERI !, Anak SMA Ternyata Paling Banyak Kena Virus Corona Covid-19 | Terpapar, Tapi Seperti Sehat
Untuk diketahui, Henan letaknya berbatasan dengan Wuhan, tempat yang diyakini menjadi sumber pertama Covid-19.
Para peneliti menganalisa sampel pada 26 Januari dan 16 Februari, dan menemukan 16 persen responden yang di alam sperma mereka terlacak adanya Covid-19.
Kendati masih diragukan apakah penyakit ini bisa menular secara seksual, namun lebih aman jika siapa pun mengambil langkah pencegahan.
Apalagi, penyakit menular non-seksual lain, seperti zika dan ebola, belakangan diketahui bisa menyebar melalui hubungan intim.
Covid-19 pada dasarnya menyebar melalui tetesan air liur (droplet), namun demikian belum jelas apakah virus tersebut direplikasi dalam testis pria.
Studi JAMA menunjukkan, bisa jadi jejak virus ditemukan dalam sperma karena penghalang tidak sempurna antara aliran darah, dan bagian testis di mana sperma dibuat.
Oleh karena itu, virus mungkin menemukan jalannya dari darah ke dalam sperma.
Setelah tidak berhubungan intim selama 30 hari, pria yang pulih dari Covid-19 juga masih disarankan memakai kondom saat berhubungan.
• Apa Itu Artemisia ? Ilmuwan Jerman dan Denmark Sedang Uji Sebagai Obat Virus Corona Covid-19
Hal ini diungkapkan pakar medis senior dari Thai Disease Control Department, Veerawat Manosutthi kepada Insider.
Peneliti Temukan Sperma Pasien Covid-19 Mengandung Virus Corona
Tim peneliti asal China yang meneliti sperma milik pasien Covid-19 menemukan bahwa sperma dari beberapa pasien yang mereka teliti terdapat kode genetik virus corona baru SARS-CoV-2.
Ini menandakan bahwa virus ini bisa memasuki organ reproduksi seperti testis pria. Hal ini bisa meningkatkan risiko penularan Covid-19 melalui hubungan seksual.
Temuan ini dilaporkan dalam jurnal JAMA Network Open dari American Medical Association, asosiasi medis Amerika.
Tim peneliti dari Changchue Municipal Hospital di Provinsi Henan, China, mendeteksi adanya virus SARS-Cov-2 pada enam dari 38 pasien pria yang dirawat di rumah sakit tersebut.
Penelitian terhadap mereka dilakukan pada saat puncak wabah sedang terjadi di China yaitu pada bulan Januari dan Februari 2020.
Secara persentase jumlah ini termasuk sedikit.
Sebanyak 16% dari temuan memperlihatkan adanya bukti virus corona di dalam sperma.
Dari kasus yang diteliti, sekitar seperempatnya berada dalam tahap infeksi yang akut.
Sedangkan 9 persen dari mereka kemudian pulih.
Dari penelitian ini kemudian menimbulkan pertanyaan, apakah virus corona dapat ditularkan melalui hubungan seks?
“Kami menemukan bahwa SARS-CoV-2 bisa ditemukan pada sperma pasien yang positif COVID-19, dan SARS-CoV-2 mungkin masih bisa dideteksi dalam sperma pasien yang sedang dalam penyembuhan,” tulis tim peneliti di jurnal JAMA, dikutip dari Kompas.com.
Berdasarkan temuan ini, tim peneliti menyatakan hal ini merupakan sesuatu yang harus diperhatikan dan membutuhkan adanya penelitian lebih lanjut, terutama untuk mencari tahu apakah virus corona bisa ditularkan melalui hubungan seks.
“Bahkan ketika virus ini tidak bisa menggandakan diri di dalam sistem reproduksi pria, mereka bisa tetap ada di situ, kemungkinan hasil dari kekebalan istimewa dari testis,” tulis Dr Diangeng Li dan rekan-rekannya.
Kekebalan istimewa ini berarti sistem imunitas tubuh tidak bisa sepenuhnya mencapai daerah tersebut guna menyerang virus yang masuk.
• UPDATE CORONA - Rincian 129 Covid-19 Perdaerah, 2 Daerah Nihil Kasus dan 59 PDP Meninggal14 Mei 2020
Virus ini juga terdeteksi pada sperma pasien yang sudah memasuki masa penyembuhan.
Belum diketahui bagaimana virus ini bisa menyebar seperti itu.
Menurut tim penulis, belum bisa disimpulkan apakah virus corona bisa menyebar lewat hubungan seksual.
“Jika bisa dibuktikan bahwa SARS-CoV-2 dapat ditularkan secara seksual dalam kajian lebih lanjut, maka transimisi seksual bisa jadi merupakan bagian penting dalam pencegahan penularan.
Terutama dengan mempertimbangkan fakta bahwa SARS-Cov-2 ditemukan dalam pasien yang berada dalam masa penyembuhan” demikian ditulis oleh tim dari The Eight Medical Center of Chinese People’s Liberation Army General Hospital itu.
"Menahan hubungan seks atau penggunaan kondom bisa diperhitungkan sebagai cara pencegahan penularan bagi pasien-pasien ini. Patut diperhatikan ada kebutuhan untuk mempelajari mengawasi perkembangan janin.
Maka dari itu, menghindari kontak dengan air liur dan darah pasien mungkin tidak cukup, karena sperma pasien yang dalam penyembuhan tetap memungkinkan menyebabkan penularan."
Belum diketahui juga juga apakah penemuan virus ini pada sperma bisa berpengaruh pada kesuburan pria.
Materi di artikel ini juga telah tayang di TribunnewsWiki.com dengan judul Pasien Sembuh Covid-19 Dilarang Berhubungan Intim dan Berciuman hingga 1 Bulan, Ini Alasannya
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838