Hikmah Ramadan

Spirit Ramadan Lawan Pandemi, Momentum Kepedulian Sosial

Ini saatnya dekat kepada Sang Khalik. Juga ini saatnya untuk mengasah kepekaan jiwa. Menumbuhkan empati. Banyak berbagi dengan sesama

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Didit Widodo
istimewa
SANTUNAN - Keluarga Besar Bani Jaidin (KBBJ) Kalbar memberikan santunan kepada anak yatim dan duafa di Desa Bemban Paniti II, Mempawah, Senin (11/5). Bulan suci Ramadan di tengah pandemi Covid-19 ini tak menghambat ibadah dan beramal. ISTIMEWA 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, M Rokib

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN – Pandemi Covid-19 jangan sampai menghambat ibadah. Terutama di bulan suci, bulan Ramadan ini. Justru dalam kondisi seperti sekarang ini, spirit bulan puasa harus tumbuh kuat dalam hati.

Ini saatnya dekat kepada Sang Khalik. Juga ini saatnya untuk mengasah kepekaan jiwa. Menumbuhkan empati. Banyak berbagi dengan sesama. hal ini disampaikan

Habib Nizar Bin Qosim Bin Yahya, Pimpinan Majelis Ahbabul Mustofa sekaligus Penasehat Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan Barat.

“Spirit Ramadan kali ini harus tumbuh lebih kuat dalam hati, untuk melawan pandemi Covid-19, serta bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar ulama muda ini, Senin (11/5/2020).

Habib Nizar Bin Qosim Bin Yahya
Habib Nizar Bin Qosim Bin Yahya (tribun pontianak)

Pada keterangannya itu, ia mengutip dari firman Allah SWT dalam Alquran surah Az-Zariyat ayat 50 yang artinya “Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah”.

Dalam hadits Qudsi pun yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radiyallahu’anhu bahwa Nabi Muhammad Shallallhu ‘alaihi wasallam bersabda. “Allah berfirman; yang artinya “Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketiKa ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatknya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang baik dari pada itu (kumpulan malaikat),” jelas Habib Nizar dalam keterangan hadis Qudsi tersebut.

Dari penjelasan ayat tersebut, Habib Nizar menerangkan bahwa seseorang yeng mendekatkan dirinya kepada Allah akan mendapatkan keistimewaan di dunia maupun di akhirat.

Terdapat empat hal untuk menjadikan Ramadan ini sebagai spirit melawan Pandemi Covid-19 yang disampaikan Habib Nizar.

Pertama adalah bentuk ikhtiar dalam artian bahwa setiap umat islam harus mengikuti protokol kesehatan yang telah disampaikan oleh dinas kesehatan dan kebijakan pemerintah, serta himbauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Jaga kebersihan dan kesehatan. Rajin mencuci tangan, atau terpenting adalah tak lepas Wudhu’, memakai masker, dan tetap dirumah saja. Hal itu merupakan bentuk ikhtiar kita untuk melawan pandemi ini,” jelasnya.

Kedua memperbanyak berdoa agar wabah ini cepat diangkat oleh Allah SWT. “Terlebih di bulan Ramadan ini doa yang kita panjatkan mudah diijabah oleh Allah SWT,” Imbuhnya.

Ketiga, bertawakkal kepada Allah dalam artian agar umat islam setelah melalukan usaha melawan covid-19 dan telah berdoa maka dianjurkan agar menyerahkan semua urusannya keapda Allah SWT.

Keempat, bersabar dalam artian menunggu semua penentuan dari Allah SWT. “Ketika semua usaha, doa dan tawakkal telah kita lakukan maka bersabarlah untuk menunggu bahwa wabah ini akan diangkat oleh Allah SWT,” tuturnya.

Bantu Warga 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved