Virus Corona Masuk Kalbar

Sutarmidji Ingatkan Bupati Sambas yang Izinkan Warung Kopi Buka di Tengah Pandemi Virus Corona

Sambas termasuk daerah yang rawan terhadap pandemi virus corona covid-19 karena............

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyoroti kebijakan Bupati Kabupaten Sambas, Atbah Romin Suhaili yang dinilai sudah melonggarkan upaya pencegahan penyebaran virus corona Covid-19.

"Mungkin karena mau Pilkada takut tidak dipilih lagi, kata Sutarmidji saat Live Talk bersama Tribun Pontianak, Jumat (8/5/2020).

Satu di antara contoh pelonggaran yang dilakukan adalah memenuhi tuntunan masyarakat untuk ngopi dan lainnya.

''Padahal dia tidak tahu akibatnya nanti apa gitu,'' kata Sutarmidji.

UPDATE CORONA KALBAR - Pasien Tidak Jujur, 17 Tenaga Medis Kalbar Positif Covid-19, Ini Sebarannya

Sutarmidji mengatakan, dirinya sudah meminta agar tetap diperketat, karena Sambas menjadi akses orang pulang dari Serawak, Kuching sangat besar.

''Dibiarkan longgar seperti itu, bahaya juga. Ndak bise kite bilang kursi di warung kopi itu jaraknya dua meter. 

''Mereka sukanya ngumpul-ngumpul, padatlah di situ,'' ungkap Sutarmidji.

Pada kesempatan itu, Sutarmidji mengatakan dirinya mendapat kiriman video warga tengah ngopi di Pemangkat.

''Saya lihat kemarin dikirim video malam di pemangkat, itu bahaya. Karena sekarang ini kasus yang kita temukan hampir 95 persen orang tanpa gejala,'' katanya.

Menurutnya, pasien tampak sehat dan semua pasien berjumlah 95 orang yang sedang diisolasi hampir 100 persen dalam keadaan segar bugar.

"Kalau OTG dia tidak tau bahwa dia bisa menularkan kepada orang lain itu sangat bahaya. Jadi kalau imun mereka kuat tidak parah terpapar tapi kalau ada penyakit bawaan akan bahaya," ujarnya.

UPDATE CORONA KALBAR - 674 Warga Reaktif, 95 Positif Covid-19 dan Tiga Wilayah Transmisi Lokal

Perlu Sinergi

Sutarmidji mengatakan, penanganan Covid-19 perlu sinergi guna memutus rantai penularan.

Apa yang dilakukan di Pontianak di nilainya sudah tepat. Pemberlakuan jam malam cukup efektif.

"Saya lihat juga daerah-daerah yang melakukan PSBB tidak efektif. Mereka malah menambah waktu lagi. Maka penerapan jam malam di Pontianak sudah tepat," ucapnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved