Wabah Virus Corona

Kelesuan Ekonomi dan Intervensi Pasar di Tengah Pandemi Covid-19 

Terhentinya mobilitas orang paska penutupan pelabuhan dan bandara menyebabkan banyak industri yang terpukul.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Dosen FEB Universitas Tanjungpura Pontianak, Dr. Wendy, M.Sc. 

Beberapa ciri tersebut sebagian telah nampak di mata kita paska pandemi corona tiga bulan terakhir ini.

Tulisan ini menelaah intervensi pasar yang dilakukan pemerintah dari sisi moneter.

Pembahasan dari sisi moneter menjadi menarik karena berhubungan dengan banyak aspek praktis yang kita rasakan sehari-hari.

Kita mungkin pernah bertanya mengapa dollar AS (USD) tiba-tiba mahal, atau mengapa bunga deposito sudah tidak pernah di atas 10% lagi sejak krisis 1998, atau mungkin juga pernah bertanya mengapa bunga kredit bank bisa naik dan turun.

Semua pertanyaan tersebut dapat dibahas melalui kacamata moneter yang dikomandoi oleh BI.

Perubahan nilai tukar dipengaruhi sisi permintaan dan penawaran terhadap mata uang tersebut.

Peningkatan permintaan terhadap mata uang asing (misal: USD) tanpa diikuti peningkatan jumlah penawarannya akan membuat kuantitas mata uang asing tersebut terbatas sehingga nilainya akan naik (berapresiasi).

Hal ini tidaklah baik jika terjadi terus-menerus mengingat mata uang domestik (rupiah) akan semakin melemah (terdepresiasi).

Di sinilah diperlukan intervensi pasar.

Sementara itu, ketika ekonomi menurun (pasar lesu), para pelaku usaha umumnya enggan berekspansi karena daya beli tidak sebanding dengan biaya modal perusahaan.

Halaman
1234
Penulis: Zulkifli
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved