Wabah Virus Corona

Kelesuan Ekonomi dan Intervensi Pasar di Tengah Pandemi Covid-19 

Terhentinya mobilitas orang paska penutupan pelabuhan dan bandara menyebabkan banyak industri yang terpukul.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Dosen FEB Universitas Tanjungpura Pontianak, Dr. Wendy, M.Sc. 

Tentunya ini semua merupakan sinyalemen yang perlu diwaspadai oleh para pengambil kebijakan kita.

Intervensi Pasar

Dalam literatur ekonomi, istilah ini sering digunakan untuk menjelaskan mekanisme dalam sistem ekonomi suatu negara.

Dalam konteks ini, Pemerintah secara aktif ikut memengaruhi pasar (baca: perekonomian negara) melalui sejumlah kebijakan agar pasar kembali ke arah yang diharapkan.

Intervensi pasar dapat dilakukan dengan banyak cara dan oleh banyak pihak.

Intervensi dalam bidang ekonomi bisa dilakukan melalui dua kebijakan utama, yaitu Fiskal dan Moneter.

Turunan teknis dari kedua kebijakan ini sangat kompleks, dan biasanya didukung dengan berbagai kebijakan lain yang dimotori Pemerintah Pusat, misalnya bantuan sosial dan subsidi.

Beberapa pihak yang biasanya terlibat aktif dalam intervensi pasar seperti Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk koordinasi mereka dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Pada kondisi ekonomi yang menurun, intervensi pasar wajib dilakukan pemerintah.

Ciri umum ekonomi yang menurun seperti pertumbuhan ekonomi yang melambat, inflasi yang ekstrim, nilai tukar yang semakin melemah, daya beli masyarakat menurun, pasar modal melemah, dan tingkat pengangguran yang meningkat.

Halaman
1234
Penulis: Zulkifli
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved